Model Penambahan Fakta Baru dari Publik Menjadi Pengetahuan Sistem Pakar Berbasis Dempster's Rule of Combination untuk Mengidentifikasi Dampak Erosi
IR. MUH. IHSAN SARITA, M.KOM., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D.
2014 | Disertasi | S3 Ilmu KomputerSistem pakar adalah program komputer yang merupakan sistem cerdas berbasis pengetahuan. Sistem pakar menggunakan pengetahuan manusia yang dimasukkan ke dalam komputer untuk memecahkan masalah yang umumnya memerlukan keahlian seorang pakar dengan menggunakan teknik inferensi atau teknik pengambilan kesimpulan. Basis pengetahuan yang merupakan elemen terpenting dari sistem pakar, berasal dari berbagai sumber terdokumentasi atau dari pakar. Keterbatasan yang dimiliki oleh pakar baik waktu dan dana untuk melakukan penambahan pengetahuan dan semakin cepatnya perkembangan pengetahuan, menyebabkan diperlukan sumber pengetahuan lain yang dapat mendukung sistem pakar sehingga sistem pakar dapat selalu aktual. Penambahan pengetahuan dari publik merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan pada suatu sistem pakar. Pengetahuan yang diperoleh tersebut harus sesuai dengan pengetahuan yang telah ada sebelumnya dalam basis pengetahuan sehingga sistem pakar yang ada kualitasnya selalu terjaga. Untuk mendukung sistem pakar yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuan oleh publik, sistem pakar dibagi ke dalam 2 basis pengetahuan yaitu basis pengetahuan pakar yang berisi pengetahuan yang berasal dari pakar (elemen pengetahuan pendukung) dan basis pengetahuan publik yang berisi pengetahuan yang berasal dari publik (elemen pengetahuan terdahulu). Pengetahuan pendukung digunakan sebagai acuan publik untuk memperkirakan, memilih dan menilai fakta baru yang terjadi di lapangan untuk memperkirakan faktor penyebab erosi dan dampak erosi yang dapat timbul di lapangan serta digunakan sistem pakar untuk mengetahui kesesuaian antara fakta baru dari publik dan pengetahuan dari sistem pakar. Pengetahuan terdahulu adalah pengetahuan yang berasal dari publik yang telah diketahui atau telah melalui proses pengujian. Pengujian fakta baru dilakukan dengan membandingkan antara kebenaran korespondensi dari pemberi pengetahuan (publik) dengan kebenaran koherensi dari yang menerima pengetahuan atau sistem pakar serta membandingkan tingkat keyakinan dengan menggunakan Dempster's rule of combination. Pengetahuan baru yang dapat diterima oleh sistem pakar jika terdapat kesesuain dan koefisien konflik yang rendah (K). Dalam melakukan identifikasi tingkat erosi menggunakan persamaan USLE dan pengamatan dampak erosi dilakukan secara visual di lapangan. Pengamatan lapangan dilakukan di taman nasional Gunung Merapi Kaliurang bahagian selatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman pada 5 lokasi berbeda (25 km dari Yogyakarta) dengan ketinggian sekitar 600 m dpl. Jenis tanah adalah regosol dengan curah hujan tahunan rata-rata adalah 1582 -2140 mm selama 30 tahun (1981-2010). Hasil pengujian mengambarkan bahwa fakta baru dari publik yang merupakan dampak erosi yang terjadi di lapangan sesuai atau terkait dengan tingkat erosi yang dihasilkan oleh sistem pakar kecuali pada lokasi 5. Pada lokasi 5 tingkat erosi yang dihasilkan oleh sistem pakar adalah sedang namun dampak yang timbul masuk dalam kriteria tingkat erosi berat sehingga dampak tersebut tidak dapat diterima sebagai pengetahuan baru oleh sistem pakar karena dampak yang terjadi bukan disebabkan oleh erosi sedang. Dari sudut sistem pakar beberapa keuntungan dari sistem pakar penambah pengetahuan oleh publik antara lain : dapat meringankan beban pakar, basis pengetahuan bersifat dinamis, dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dan lebih efisien dibandingkan dengan sistem pakar yang ada saat ini. Dalam mendukung keberhasilan sistem pakar yang dihasilkan, terdapat beberapa kendala yang mungkin dihadapi antara lain : ketidakjelasan kriteria pengetahuan pendukung pada basis pengetahuan pakar, pengetahuan pendukung yang tidak diperbaharui, ketidakjelasan indikator dari kesimpulan yang diberikan kepada publik serta akses terhadap sistem pakar.
An expert system is a computer program that is knowledge-based intelligent system. Expert system use human knowledge incorporated into the computer to solve problems that generally require the expertise of an expert using inference techniques. The knowledge base is the most important element of an expert system, derived from a variety of sources documented or from experts.The limitations of experts (time and cost) to carry out the acquisition of knowledge and the rapid development of knowledge, it would require other sources of knowledge that can support expert system in order that the expert system can always actual. The knowledge from the public is one way that can be done to obtain the knowledge for an expert system. The knowledge gained must be suitable with the pre-existing knowledge in an expert system to maintain the quality of expert system. The expert system that implement public participation to obtain or sharing the knowledge, consists of 2 knowledge bases namely : expert knowledge base that contains the knowledge derived from expert (supporting knowledge element) and public knowledge base that contains the knowledge derived from the public (prior knowledge element). Supporting knowledge are used as a reference to estimate, select and assess new facts that occurred in the field to estimate erosion factors and the effects of erosion, and also used by expert system to determine the suitability between new facts from the public and the knowledge of the expert system. Prior knowledge is knowledge from the public that has been known or has been through the testing process. New facts examination carried by comparing between the correspondence truth of the giver of knowledge (public) and the coherence truth received of knowledge or expert system and compare the level of confidence with Dempster's rule of combination. New facts that can be accepted if there are suitable and low coefficient of conflict (K). Determination the level of erosion using USLE equation and visual observation to know the effects of erosion in the field. Field observations carried out at the national park of Mount Merapi Kaliurang, south part of the district of Sleman in 5 different locations (25 km from Yogyakarta) with an altitude of approximately 600 m above sea level. Soil type is regosol with annual rainfall average is 1582 - 2140 mm for 30 years (1981-2010). The test results show that the new facts from the public as the result of impact of erosion that occurs in the field are suitable or related to the level of erosion generated by the expert system except at location 5. At location 5, level of erosion generated by the expert system is moderate, however the impact in the field included in the criteria is severe erosion level, so that the impact can not be accepted as new knowledge by expert system because it had not caused by moderate erosion. Several advantages from expert system that implement public participation to obtain or sharing the knowledge such as: can ease the burden of experts, the knowledge base is dynamic, it can be used in a longer time period and more efficient than the existing expert system. There are several obstacles that may be encountered in this expert system such as: lack of clarity each criteria on supporting knowledge, supporting knowledge is not renewed, the vagueness of conclusions given to the public and access to expert system.
Kata Kunci : pengetahuan, sistem pakar, Dempster's rule of combination, erosi, publik