KOMPARASI ANALISIS TEGANGAN JEMBATAN BAJA DENGAN MODEL TIGA DIMENSI DAN DUA DIMENSI
AMIRUDIN FUAD RIDLO, Ir. Heru Budi Utomo, MT.
2014 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILPemodelan jembatan sangatlah penting untuk perbandingan pada keadaan yang sebenarnya di lapangan, sehingga pengguna fasilitas publik dapat merasa aman dan nyaman saat melewati jembatan. Pemodelan jembatan dalam bentuk 3 dimensi dan 2 dimensi menggunakan analisis aplikasi software (perangkat lunak) secara cepat dan akurat, agar pemodelan jembatan tersebut dapat seaktual mungkin yang berada di lapangan. Pemodelan jembatan 3 dimensi dan 2 dimensi menggunakan perangkat lunak untuk analisis yaitu Midas Civil. Perangkat lunak tersebut menggunakan konsep metode elemen hingga yang didukung dengan analisis Statis, Dinamis, Linear, maupun Nonlinear. Perangkat lunak semacam ini dapat menghitung reaksi perletakan, gaya-gaya dalam, lendutan akibat berat sendiri dan beban luar static maupun dinamik dengan cepat dan akurat. Perbedaan pemodelan jembatan 3 dimensi dengan 2 dimensi terdapat pada kekakuannya, karena pada 3 dimensi dipengaruhi oleh elemen lantai yang membuat kaku sehingga lendutan pada 3 dimensi tidak terlalu besar,. Tegangan ijin material A283-33 = 227526,0615 kN/m2, tegangan maksimal 3 dimensi = 189377,07kN/m2 dan 2 dimensi = 173316,39 kN/m2, sehingga baja tersebut memenuhi tegangan ijin.
Bridge modeling is essential for actual situation comparison on the field, so that users of public facilities can feel safe and comfortable while crossing the bridge. Bridge modeling in 3-dimensional and 2-dimensional form use software applications analysis quickly and accurately, so that bridge modeling can be as real as possible to the field. Bridge modeling use the analysis software, it is Midas Civil. The software uses element method concept up to which supported by the analysis of Static, Dynamic, Linear, and Nonlinear. This kind of software can quickly and accurately calculate the placement reaction, the internal force, the deflection due to self weight, outside static load, and dynamic loads. The differences of 3-dimensional modeling bridge to 2-dimensional is depend to stiffness, because 3-dimensional influenced by floor elements that makes stiff so that deflection in 3 dimensions are not too large. Yield stress of material A283-33 = 227526.0615 kN/m2, yield stress maximum of 3-dimensional = 189,377.07 kN/m2 and 2-dimensional = 173,316.39 kN/m2, so that the steel qualify the yield stress.
Kata Kunci : Midas Civil, Pemodelan Jembatan Tiga Dimensi, Pemodelan Jembatan Dua Dimensi, Tegangan ijin, Tegangan Maksimal, Lendutan