PERSEPSI DAN PENERIMAAN TERHADAP INTERPROFESSIONAL COLLABORATIVE PRACTICE BIDANG MATERNITAS PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
FEMY FATALINA, Prof .dr. Sunartini Hapsara, Ph.D, Sp.AK
2014 | Tesis | S2 Magister KeperawatanLatar belakang: Sistem kesehatan dunia saat ini dalam kondisi krisis, sehingga menyebabkan kebutuhan kesehatan masyarakat tidak terpenuhi. Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pelayanan maternitas belum optimal. Salah satu solusi yang ditawarkan saat ini adalah penerapan interprofessional collaborative practice. Saat ini, sebagian besar rumah sakit di Indonesia belum terlihat kolaborasi tim yang setara. Tujuan: Mengekplorasi persepsi dan penerimaan terhadap interprofessional collaborative practice bidang maternitas pada tenaga kesehatan Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Subyek penelitian adalah perawat, bidan, dokter obsgyn, ahli farmasi, dan ahli gizi yang mempunyai pengalaman berkolaborasi di instalasi obsgyn RSUP Dr. Sardjito sejumlah 10 informan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Kredibilitas dan kehandalan data didapatkan dengan triangulasi, debriefing, member checking dan rich data. Etika penelitian meliputi informed consent dan perijinan dari komite etik FK UGM. Penelitian ini dilakukan pada Februari-Juli 2014. Hasil: Analisa data menghasilkan enam kategori yaitu persepsi tenaga kesehatan tentang kolaborasi interprofesi, pelaksanaan kolaborasi interprofesi di rumah sakit, penerapan elemen kolaborasi dalam pelaksanaan kolaborasi interprofesi, harapan tenaga kesehatan agar pelaksanaan kolaborasi berjalan baik, motivasi tenaga kesehatan dalam melaksanakan kolaborasi interprofesi, dan variasi penerimaan tenaga kesehatan terhadap penerapan kolaborasi interprofesi. Sebagian besar informan memiliki persepsi yang salah tentang definisi kolaborasi interprofesi. Semua informan menerima jika kolaborasi interprofesi dilaksanakan secara baik dan benar. Kesimpulan: Sebagian besar tenaga kesehatan belum memiliki persepsi yang benar tentang definisi kolaborasi interprofesi. Semua informan menerima jika kolaborasi interprofesi diterapkan di bidang maternitas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Background: World's current health systems are in a crisis, causing public health needs are not being met. Mother Mortality Rate in Indonesia was still high. It indicated that maternity care was not optimal yet. One of solution is an implementation of interprofessional collaborative practice. Currently, in Indonesian’s hospitals have not seen an equal team collaboration . Aim: To explore the perceptions and acceptance of health workers maternity’s interprofessional collaborative practice in Dr. Sardjito Yogyakarta’s Hospital. Methods: This study was a qualitative with a phenomenology design. Subjects were nurses, midwives, obstetrics and gynecologist, pharmacists, and nutritionists who had collaboration experience in obstetrics gynecology department in Dr. Sardjito Yogyakarta’s Hospital, included 10 informants. Sampling technique used a purposive sampling, while data collection used a Focus Group Discussion and in-depth interviews. Data’s credibility and reliability obtained by triangulation, debriefing, member checking and rich data. Research ethics included an informed consent and ethics committee’s approval. This study was conducted in February-July 2014. Result: Most informants had a wrong perception of interprofessional collaboration’s definition. All of informants accepted if interprofesional collaboration implemented properly. Data analysis resulted in six categories: perception of health workers about interprofessional collaboration, implementation of interprofessional collaboration in hospital, application of collaboration’s elements in interprofessional collaboration, health workers’s expectations for better collaboration, health workers’s motivation in doing interprofessional collaboration and variation of health workers’s acceptance of interprofessional collaboration. Conclusion: Most of health workers have not had a correct perception of interprofessional collaborative practice. All health workers accepted if interprofessional collaborative practice applied properly in maternity area in Dr. Sardjito Yogyakarta’s Hospital.
Kata Kunci : persepsi, penerimaan, interprofessional collaborative practice, tenaga kesehatan