Laporkan Masalah

ISOLASI ANDROGRAFOLID DARI HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.f) Ness) DAN EFEK HIPOGLIKEMIKNYA PADA TIKUS RESISTEN INSULIN PADA PEMBERIAN TUNGGAL DAN KOMBINASI DENGAN KURKUMIN

Indah Solihah, Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA., Apt.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Andrographis paniculata mengandung senyawa aktif andrografolid, dan Curcuma xanthorrhiza mengandung kurkumin, keduanya telah dilaporkan memiliki aktivitas hipoglikemik yang poten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hipoglikemik dari kombinasi andrografolid dan kurkumin pada tikus resisten insulin. Andrografolid diisolasi menggunakan metode fraksinasi bertingkat dan kristalisasi. Analisis kualitatif menggunakan KLT 2 dimensi, dan analisis kuantitatif menggunakan HPLC digunakan untuk menguji kemurnian isolat andrografolid. Resistensi insulin pada tikus diinduksi menggunakan fruktosa 1,8 g/KgBB, 2 mL kuning telur bebek, dan 2 mL minyak lemak babi, selama 120 hari. Kondisi resisten insulin dikonfirmasi menggunakan daya hipoglikemik glibenklamid pada hari ke 120. Pemberian senyawa uji dilakukan pada hari ke 120-134. Metformin 45 mg/KgBB digunakan sebagai kontrol positif, andrografolid 4,5 mg/KgBB, kurkumin 45 mg/KgBB, serta kombinasi andrografolid : kurkumin 1:3 ; 1:1 ; dan 3:1 v/v. Senyawa uji diberikan per oral 2 kali sehari. Isolat andrografolid memiliki kemurnian 102,956±1,112% dengan rendemen 0,043% dan dinyatakan murni secara KLT. Tikus dinyatakan mengalami kondisi resisten insulin setelah hari ke 120. Persen hipoglikemik masing-masing perlakuan pada preprandial dan postprandial berturut-turut: metformin (47.946 % dan 61.441 %) , andrografolid (17.572 % dan 63.641%), kurkumin (17.106 % dan 65.472%), kombinasi 1:3 (47.945 % dan 74.159 %), kombinasi 1:1 (7.527 % dan 66.997 %), dan kombinasi 3:1 (36.157 % dan 15.673 %). Kombinasi andrografolid:kurkumin 1:3 menunjukkan aktifitas paling besar dalam penurunan kadar glukosa darah. Sedangkan metformin dan andrografolid memiliki aktifitas meningkatkan ekspresi protein GLUT4 yang paling besar.

Andrographis paniculata containing an active compound andrographolide, and Curcuma xanthorrhiza containing curcumin, were reported to have potent hypoglycemic activity. The aim of this study is to evaluate the antidiabetic effects of the combination of andrographolide and curcumin in insulin resistance rats. Andrographolide was isolated using gradual fractionation method. Qualitative analysis of andrographolide used 2-dimensional TLC, whereas quantitative analysis used HPLC. Insulin resistance in rat was induced by oral administration of fructose 1.8 g/kgBW, 2 mL duck egg yolks, and 2 mL lard oil for 120 consecutive days. Insulin resistance in rat was confirmed by using hypoglycemic activity of glibenclamide on day 120. On the day of 120-134, rats were administered with i.e, metformin 45 mg/kgBW as a positive control, andrographolide 4.5 mg/kgBW, curcumin 45 mg/kgBW, combination andrographolide:curcumin 1:3 ; 1:1 ; and 3:1v/v. Andrographolide’s isolate had 1 spot on the 2 -dimensional TLC with a purity level of 102,956±1,112% in HPLC. On day of 120 rats are significantly resistant to insulin with hypoglycemic activity of glibenclamide. The decrease of preprandial and postprandial blood glucose level are metformin 47.946 % and 61.441 % , andrographolide 17.572 % and 63.641%, curcumin 17.106 % and 65.472%, combination I 47.945 % and 74.159 %, combination II 7.527 % and 66.997 %, and combination III 36.157 % and 15.673 %, respectively. Combination I of andrographolide and curcumin (1:3) exhibited better effect than this of Andrographis paniculata and Curcuma xanthorrhiza. Metformin and andrografolid exhibited better effect of expression of GLUT4.

Kata Kunci : Andrografolid, Resistensi Insulin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.