Laporkan Masalah

Planetarium Edukasi Interaktif di Kota Semarang dengan Pendekatan Metafora Arsitektur

FIRDAUSI REFANI KARTIKA UTAMI, Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc. , Ph.D.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Alam semesta adalah suatu hal yang misterius. Kita hidup di bumi yang luas ini, namun ternyata jika dibandingkan dengan benda - benda langit lain yang beredar dan berterbangan di luar angkasa, bumi kita adalah salah satu bagian kecilnya saja. Karena luasnya alam semesta dan sifat dasar manusia yang ingin tahu, seiring dengan perkembangan zaman manusia semakin mantap dalam berusaha menemukan hal - hal baru mengenai alam semesta tempat kita tinggal ini. Ilmu yang mendalami mengenai benda- benda langit ini disebut dengan ilmu astronomi. Di Indonesia sendiri ilmu astronomi juga mulai berkembang semenjak dibangunnya Planetarium pertama di Jakarta oleh Presiden Soekarno. Indonesia bahkan memiliki observatorium yang berstandar internasional di Lembang, yaitu Observatorium Boscha. Semakin berkembangnya ilmu astronomi di Indonesia ini diikuti oleh bertambahnya prestasi - prestasi Indonesia di bidang astronomi. Terbukti dari wakil- wakil yang dikirim Indonesia ke ajang internasional, sering sekali pulang dengan menorehkan prestasi yang membanggakan. Namun sayangnya, prestasi - prestasi dan minat keingintahuan tidak diimbangi dengan fasilitas - fasilitas edukasi. Hal ini membuat ilmu astronomi dipandang eksklusif oleh masyarakat kita. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi penulis, sebagai usaha untuk mengimbangi perkembangan ilmu astronomi di tengah persaingan - persaingan di era globalisasi, yang dapat berpotensi sebagai pemacu Indonesia untuk dapat bersaing.

Universe is a mysterious thing. We live in this big planet called earth. The fact is, if we compared our planet to the other space material which scattered across the universe, earth is only a tiny existence. Because of the size of our universe that is unlimited and human's curiosity, as time goes by we eventually starting to discover a lot of new discoveries about this universe we live in. A study about outer space material is called astronomy. Since the first Planetarium of Indonesia was officially opened in Jakarta by President Soekarno, Astronomy in Indonesia started to develop. Moreover, Indonesia has an international standard observatory in Lembang named Boscha. The growth of Astronomy in Indonesia is followed by many achievements, especially in Central Java. In every competition held in the related field, students from Central Java always succeeded in making it into the big five. These achievements prove a big potential. Unfortunately, the existing education facilities are not compatible enough to support this growth, making astronomy an exclusive field that only expert can access. These issues are the writer main consideration in writing, as an attempt to balance the development of astronomy in the midst of globalization era which is may become a trigger for Indonesia to compete.

Kata Kunci : astronomi, Indonesia, eksklusif,edukasi, planetarium, arsitektur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.