ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN EKONOMI OLEH PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH (PCM) KREMBANGAN TERHADAP MANTAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) PASCA PENUTUPAN LOKALISASI DUPAK BANGUNSARI DAN TAMBAK ASRI SURABAYA TAHUN 2014
ARIN SETIYOWATI, Dr. Sony Warsono, Ak., MAFIS.
2014 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaMuhammadiyah, yang diwakilkan oleh PCM Krembangan merupakan salah satu Ormas dan bagian dari civil society dalam tata laksana pemerintahan di Surabaya. Dalam rangka mengawal misi besarnya untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya perlu langkah-langkah strategis yang mampu diaplikasikan dalam ranah sosial, ekonomi maupun politik di masyarakat. Berbekal spirit al-Ma‟un sebagai landasan keberpihakan pada kaum mustadh‟afin. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang dakwah, program pemberdayaan ekonomi umat yang dijalankan persyarikatan pada dasarnya adalah kegiatan ijtihad dakwah sosial. Dalam kerangka pemberdayaan ekonomi, Muhammadiyah berlandaskan spirit Etos Kerja Islami, Etika Bisnis Islami, Ta‟awun (Tolong-Menolong), dan Gerakan Jamaah. Berbasis spirit tersebut, PCM Krembangan melaksanakan program pemberdayaan terhadap mantan PSK yang dialamatkan sebagai kaum lemah (iman dan modal). Pemberdayaan ditujukan pada pengembangan tiga ranah yakni sosial, ekonomi dan religiusitas (perilaku keberagamaan) dengan pendekatan sisi ekonomi melalui pemberian modal usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan maksud mampu menjelaskan secara dalam terkait efektivitas pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah. Hasil dari penelitian ini adalah dari beberapa tipe pembinaan baik dari sisi ekonomi maupun mental dan religiusitas, secara keseluruhan sudah optimal yang dilakukan oleh seluruh jajaran PCM Krembangan, dan sudah bisa dikatakan efektif. Memang benar secara hitungan matematis usaha yang dijalankan belum mampu menjadikan mereka kaya (secara material), namun konversi dari usaha dan kualitas hidup yang lebih berarti mampu menutupi rasa kekurangan material tersebut. Dengan begitu, yang terlihat di lapangan adalah kegigihan mereka dalam mencari rezeki secara halal dan mandiri, tanpa ada keinginan untuk kembali ke profesi lama. Sementara untuk sisi religiusitasnya (perilaku keberagamaan) masih dalam proses ke arah perubahan dan ditekankan pada kualitas ibadahnya. Secara sosio-kultural di lingkungan masing-masing, sebagian besar mampu bersosialisasi dengan tetangga dengan baik. Namun ada beberapa mitra binaan yang terkendala karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Muhammadiyah, which is represented by the PCM Krembangan is one part of the mass organizations and civil society in governance in Surabaya. In order to realize the get of the Islamic society mission to be truth necessary strategic steps that can be applied in the realm of social, economic and political communities. Based the spirit of al-Ma'un as a alignment foundation for the Mustadh'afin. As an organization that engages in propaganda, economic empowerment programs that run by Organization are essentially social activities ijtihad. In terms of economic empowerment, based on the spirit of the Muhammadiyah are Work Ethics, Islamic Business Ethics, Ta'awun, and Jamaah movement. Therefore, PCM Krembangan implement empowerment programs to Ex-Sex Workers as the poor (faith and capital). Empowerment is aimed to development of the three domains of social, economic and religiosity (religious conduct) with the approach side of the economy through the provision of venture capital. This study used a qualitative approach with descriptive methods, with a view able to explain the effectiveness of empowerment that Muhammadiyah conducted. The results of this study are of several types of coaching both in terms of economy as well as mental and religiosity, as a whole already optimum done by the PCM Krembangan, and it can be said to be effective. It is true that the business carried on mathematical calculation have not been able to make them rich (materially), but the conversion of the business and quality of life means being able to mask the taste of the material shortage. By doing so, which is seen in the field is their persistence in seeking sustenance lawfully and independently, without any desire to go back to the sex worker profession again. As for the religiosity (religious conduct) are still in the process of changing direction and emphasis on the quality of worship. In the socio-cultural environment respectively, most able to socialize with neighbors well. However there are some partners who are constrained due to unfavorable environmental conditions.
Kata Kunci : Efektivitas Pemberdayaan, Muhammadiyah, Mantan Pekerja Seks Komersial (PSK)