RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA YANG BERDAGANG DI SEPANJANG JALAN COLOMBO YOGYAKARTA
NOVITA SURYANINGSIH, Dr. Suharko
2014 | Tesis | S2 SosiologiPermasalahan dalam penelitian ini yaitu pengaturan dan penertiban di Jalan Colombo dari pedagang kaki lima yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2004 masih mendapat perlawanan dari pedagang kaki lima. Perlawanan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Colombo terhadap Peraturan Daerah tersebut disebut sebagai resistensi pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Colombo. Resistensi ini ditunjukkan masih banyaknya pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Colombo meskipun sudah dilarang. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis (1) bentuk dari resistensi pedagang kaki lima yang berdagang di sepanjang Jalan Colombo Yogyakarta; dan (2) aspek-aspek yang menyebabkan resistensi pedagang kaki lima untuk terus berdagang di sepanjang Jalan Colombo Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari 28 pedagang kaki lima yang dipilih secara purposive (sengaja). Dalam penelitian kualitatif peneliti sekaligus berfungsi sebagai instrumen utama (key instrument) yang terjun ke lapangan serta berusaha untuk mengumpulkan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ketiga teknik ini digunakan secara bertahap, terintegritas atau dapat dilaksanakan pada saat wawancara dan observasi yang dilakukan secara bersamaan. Analisis data diakukan dengan dengan menggunakan analisis model interaktif (Interactive Model Analysis) dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk resistensi yang digunakan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Colombo yaitu resistensi secara terbuka, secara terselubung dan negosiasi. Resistensi secara terbuka dilakukan dengan melakukan perlawanan secara langsung terhadap petugas, ataupun aparatur pemerintah dengan jalan mengumpat dan sampai bertengkar dengan para Satpol PP. Resistensi terselubung dilakukan dengan melakukan upaya-upaya secara tidak langsung dengan harapan tidak diketahui oleh aparat pemerintah; dan (2) resistensi yang dilakukan para pedagang kaki lima, tidak semata-mata tanpa ada alasan. Ada aspek-aspek khusus yang meliputi aspek ketidakpuasan terhadap Perda Nomor 11 Tahun 2004, aspek tuntutan kehidupan dan aspek budaya (gotong royong, bekerja sama dalam bentuk solidaritas antar sesama pedagang kaki lima), yang memotivasi mereka untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.
The problem in this study is in the regulation and control of the Colombo Street vendors who have set up in Sleman Regency Regulation No. 11 Year 2004 was met with resistance from street vendors. Resistance along Jalan Colombo against local regulation is referred to as resistance hawkers along Jalan Colombo. This resistance was shown there are many street vendors who sell along Jalan Colombo despite being banned. Based on those problems, the purpose of this research is to examine and analyze (1) the form of resistance hawkers who trade along Jalan Colombo Yogyakarta; and (2) the aspects that cause resistance vendors to continue to trade along Jalan Colombo Yogyakarta. The method used is descriptive qualitative research method. Data were collected from 28 street vendors who were selected purposively. In qualitative research researcher serves as the key instrument that go into the field and try to collect data through observation, interviews, and documentation. These three techniques are used in stages, the integrated or can be implemented at the time simultaneously. Analysis of the data are carried out by using an Interactive Model Analysis from Miles and Huberman. The result of the research indicates that (1) form of resistance used hawkers along Jalan Colombo namely resistance openly, covertly and negotiation. Resistance openly done by direct resistance against officers, or government officials with the curse and to fight with the municipal police. Covert resistance is done by making efforts indirectly with unknown expectation by government officials; and (2) resistance made by street vendors, not merely without any reason. There are specific aspects that include aspects of dissatisfaction with law No. 11 of 2004, the demands of life aspects and cultural aspects, which motivates them to take the fight against government policy.
Kata Kunci : Resistensi, Pedagang Kaki Lima, Peraturan Daerah