KEDUDUKAN BEDING VAN EIGENMACHTIGE VERKOOP DALAM PELAKSANAAN EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN SETELAH BERLAKUNYA UNDANG - UNDANG NOMOR : 4 TAHUN 1996 DI KPKNL SURAKARTA
Marhaeni Rumiasih, SH, Pitaya, SH, M.Hum.
2014 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kedudukan beding van eigenmachtige verkoop dalam pelaksanaan eksekusi hak tanggungan setelah berlakunya undang-undang hak tanggungan nomor 4 tahun 1996 di KPKNL Surakarta merupakan kedudukan yang diutamakan dan kuat. Berlakunya berbagai peraturan yang berkaitan dengan pelaksaanaan eksekusi hak tanggungan akan berpengaruh terhadap kedudukan beding van eigenmachtige verkoop serta kedudukan yang diutamakan bagi pemegang hak tanggungan pertama menjamin kepastian pengembalian dana yang telah disalurkan. Penelitian tentang kedudukan Beding Van Eigenmachtige Verkoop Dalam Pelaksanaan Eksekusi Hak Tanggungan Setelah Berlakunya Undang-Undang Hak Tanggungan Nomor : 4 tahun 1996 di KPKNL Surakarta merupakan penelitian yang bersifat normative yaitu suatu penelitian yang didasarkan pada asas, teori, doktrin dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berdasarkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Untuk melengkapi hasil penelitian ini maka dilakukan penelitian lapangan untuk mendapat data primer. Data di analisa secara kualitatif sehingga diperoleh gambaran atas permasalahan dan mendapat solusi atau jawaban atas permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa banyaknya peraturan yang kontradiktif dan tidak selaras sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang hak tanggungan peringkat pertama yang secara yuridis mempunyai kedudukan diutamakan.Kedudukan beding van eigenmachtige verkoop menjadi sangat lemah walaupun dalam perkembangannya pelaksanaan beding van eigenmachtige verkoop banyak ditempuh oleh pemegang hak tanggungan peringkat pertama dengan alasan lebih efektif Kata Kunci: Beding van eigenmachtige verkoop, kedudukan diutamakan
This research aim to determine whether the position beding van eigenmachtige verkoop in execution of mortage effect of law of mortage number 4 in 1996 at KPKNL Surakarta a prefered position and strong for the first rangking mortage holders to ensure certainty of return of funds distributed. Research on position beding van eigenmachtige verkoop in mortage execution after entry into force of law of mortage number 4 in 1996 at KPKNL Surakarta is a normative juridical research. Normative research is a study was based on the principle, theories, doctrine, laws and regulation are capplicable. This research also based on the research literature with the aim of obtaining secondary data. Data were analyzes quality as obtain an overview of the issue and get solution or answer to existing problems. The results showed that many regulation are contradictory and not aligned, giving rise to uncertainty for mortage holder who are yuridis first rank position has precedence. The position of beding van eigenmachtige verkoop be very weak despite the implementation of development beding van eigenmachtige verkoop much more effectively reached by reason. Keyword: Beding van eigenmachtige verkoop; prefered position
Kata Kunci : Beding van eigenmachtige verkoop, kedudukan diutamakan; Beding van eigenmachtige verkoop; prefered position