PENDAPATAN PEMBUDIDAYA IKAN ANGGOTA KELOMPOK WIRAUSAHA PEMUDA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI KELUARGA (Studi di Kelompok Wirausaha Pemuda Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah)
FANNY KARTIKA OKTAVIANTI, Dr. Armaidy Armawi M.Si
2014 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalKelompok Wirausaha Pemuda ini merupakan salah satu Program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada pemuda dan membantu pengentasan pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi budidaya ikan dengan menggunakan kolam maupun keramba, menghitung dan menganalisis besarnya pendapatan dari kelompok maupun perorangan, dan mengetahui implikasi dari pendapatan pembudidaya ikan terhadap ketahanan ekonomi keluarga yang dikelola oleh Kelompok Wirausaha Pemuda di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan yakni metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara terstruktur, observasi dan studi pustaka, selain itu untuk mengukur pendapatan pembudidaya ikan Kelompok Wirausaha Pemuda menggunakan analisis pendapatan dan penerimaan serta untuk mengukur status kemiskinan seseseorang yang merupakan indikator dari ketahanan ekonomi keluarga menggunakan standar UMK Kota Palangka Raya. UMK yang digunakan adalah UMK Kota Palangka Raya yang berlaku pada tahun 2013 yakni sebesar Rp.1.676.058. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pendapatan Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) diantaranya yakni, perbedaan bantuan modal yang diberikan, pengalaman budidaya ikan, dan tingkat kematian ikan. Kedua, kontribusi rata-rata pendapatan dari usaha budidaya ikan perikanan sebesar 56 persen dan dari hasil analisis pendapatan dengan menggunakan standar UMK Kota Palangka Raya, jumlah anggota kelompok dari KWP yang masuk kategori miskin dan tidak miskin adalah berimbang atau sama yakni sebanyak 15 orang atau sebesar 50 persen. Dengan adanya kegiatan dari budidaya ikan dengan menggunakan kolam maupun keramba dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompok dan memenuhi kebutuhan hidup, serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dari anggota KWP.
Youth Entrepreneurship Group (YEG) is one of the programs of the Ministry of Youth and Sports. The goal of this program is to foster the entrepreneurial spirit among youths and to reduce unemployment. This research is aimed to analyze factors that affect fish-farming using fishpond and keramba (basket on water for growing fish), to calculate and analyze the amount of revenue of grous and individual, and determine the implication of the revenue towards family economic resilience which is managed by Youth Entrepreneurship Group in Palangka Raya City, Central Borneo Province. This research used descriptive qualitative method by structured interviews, observation and literature study. Study of revenue and revenue is used to measure the revenue of fish-farmers in Youth Entrepreneurship Group. In addition, to measure the family economic resilience which indicated by individual poverty status, the standard of Palangka Raya’s Minimum Wage. In 2013 the minimum wage in Palangka Raya City is IDR 1.676.058. The research has some results. They are, first, the factors that affect amount of YEG revenue are the differences of given capital, experience fish farming, and the fishing mortality rate. Second, the average of revenue contribution of fish farming are 56 percent and based on the revenue analysis using the standard of Palangka Raya’s Minimum Wage, the members of YEG which categorized poor and non-poor are balance (15 people) or 50 percent. The activity of fish farming uses fishpond and keramba leads the YEG members to increase their revenue and sufficient their economic life, as well as increasing the family economic resilience of the members.
Kata Kunci : Kelompok Wirausaha Pemuda, Pendapatan, UMK Kota Palangka Raya, dan Ketahanan Ekonomi Keluarga