PELAKSANAAN PROGRAM PEMUDA SARJANA PENGGERAK PEMBANGUNAN DI PEDESAAN (PSP-3) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KEWIRAUSAHAAN PEMUDA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI WILAYAH (Studi di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul D.I Yogyakarta)
Deni Ramdani, Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.
2014 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPembangunan kepemudaan yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang dan kemajuan di berbagai sektor pembangunan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program PSP3 dalam meningkatkan kemandirian kewirausahaan pemuda di Kecamatan Dlingo, untuk mengetahui kendalakendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program PSP3 di Kecamatan Dlingo, untuk mengetahui implikasi pelaksanaan program PSP3 dalam meningkatkan kemandirian kewirausahaan pemuda terhadap ketahanan ekonomi wilayah di Kecamatan Dlingo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode untuk mendeskripsikan atau menggambarkan realitas sosial yang ada di masyarakat. Informan dipilih dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dalam hal ini adalah yang terlibat langsung dalam program PSP3. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara yang nantinya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program dapat direalisasikan dengan tepat. Kegiatan program bersifat fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.. Pelaksanaan program PSP3 di wilayah Kecamatan Dlingo menghadapi berbagai kendala seperti kondisi geografis, faktor bahasa dan budaya, kurangnya dukungan dari pemerintah daerah setempat, unsur pendanaan dari pengelola program. Program PSP3 di wilayah Kecamatan Dlingo belum dapat meningkatkan ketahanan ekonomi wilayah karena belum dapat meningkatkan kemandirian kewirausahaan di Kecamatan Dlingo.
Quality youth development has a competitive advantage became the one of the keys to unlock the opportunities and progress in various development sectors . The purpose of the research to determine the implementation of the PSP3 program to increase youth entrepreneurship independence in the District Dlingo, to determine the constraints faced in the implementation of the PSP3 program in the District Dlingo, to determine the implications of the implementation of the PSP3 program in increase youth entrepreneurship independence on regional economic resilience in District Dlingo. The method in this research used qualitative descriptive method, a method to describe social realities that exist in the community. Informants selected by purposive saming method, the choice of informants based on certain criteria in this case is directly involved in the PSP3 program. The techniques data collection done by observation, documentation and deep interviews that will be qualitatively analyzed descriptively. The results showed that the implementation can be realized with the right program. The activities program is flexible to adjust to the needs that exist in society. The implementation of the PSP3 program in the District Dlingo face various constraints such as geography, language and cultural factors, lack of support from local government, funding element of the program manager. PSP3 programme in the District Dlingo can not increase the economic resilience of the region because they can not increase the entrepreneurship independence in the District Dlingo. Keywords: PSP3
Kata Kunci : Program PSP3, kemandirian kewirausahaan, ketahanan ekonomi wilayah