Laporkan Masalah

ANALISA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN STUDI KASUS DI PUSKESMAS DEPOK III

TITI SUSANTI, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si.

2014 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini merupakan penelitian analisa kinerja impelementasi kebijakan publik. Peneliti kali ini mengkaji implementasi program Jaminan Persalinan. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Depok 3 Desa Catur Tunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Jaminan persalinan diimplementasikan di Puskesmas Depok 3 pada tahun 2011, 2012, dan 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja implementasi jaminan persalinan di Puskesmas Depok 3. Hasil tersebut dapat menggambarkan apakah tujuan jaminan persalinan yang diimplementasikan tercapai atau tidak. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-­‐faktor yang mempengaruhi kinerja implementasi jaminan persalinan di Puskesmas Depok 3. Proses menganalisa kinerja implementasi jaminan persalinan di Puskesmas Depok 3 menggunakan 2 macam indikator. Pertama, indikator policy output yang terdiri dari indikator akses, frekuensi, bias, ketepatan layanan, akuntabilitas, dan kesesuaian program dengan kebutuhan. Kedua, indikator policy outcomes yang terdiri dari initial outcome, intermediate outcome dan long-­‐term outcome. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan penelaahan serta pemanfaatan dokumen. Teknik untuk menguji validitas menggunakan triangulasi data. Sedangkan teknik analisis data adalah analisis data menggunakan analisis reflektif yang merupakan gabungan dari analisis induktif dan deduktif. Berdasarkan analisa dari indikator policy output dan policy outcome didapat hasil bahwa kinerja implementasi jaminan persalinan di Puskesmas Depok 3 belum maksimal. Dikatakan belum maksimal karena implementasi jaminan persalinan tidak mencapai initial outcome tetapi sudah mampu memenuhi intermediate outcome dan long-­‐term outcome. Hasil penelitian menunjukkan setidaknya ada 3 faktor yang mempengaruhi kinerja implementasi tidak berhasil maksimal. Faktor tersebut adalah komunikasi, penentuan tarif yang tidak tepat dan struktur birokrasi yang terlalu panjang. Berdasarkan kedua faktor tersebut, peneliti membuat rekomendasi kebijakan agar kebijakan jaminan persalinan menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Rekomendasi kebijakan yang disusun peneliti yaitu, (1) memodifikasi kebijakan, (2) penentuan tarif yang tepat, dan (3) reformasi struktur birokrasi.

It is a study of analysis of public policy implementation performance. The researcher analyses the implementation of Jaminan Persalinan. The subject of the study is Depok 3 Public Health Facility located in Depok sub-­‐ district of Sleman District. The program was implemented in 2011, 2012, and 2013 at the Depok 3 Public Health Facility. The aim of the study is to find out the implementation Jaminan Persalinan in the Depok 3 Public Health Facility. The result of the study shows that the implementation of the Jaminan Persalinan was accomplished or not. Moreover, the aim of the study is to find out factors affecting the implementation of the Jaminan Persalinan in the Depok 3 Public Health Facility. In analyzing the implementation performance of the Jaminan Persalinan in the Depok 3 Public Health Facility, the researcher uses two indicators: 1) Policy Output indicator consists of access indicator, frequency, bias, service accuracy, accountability, and program appropriateness; 2) Policy Outcome indicator consists of initial outcome, intermediate outcome, and long-­‐term outcome. The researcher uses qualitative research method utilizing two kinds of data, which are primary and secondary data. The researcher uses observation, deep interview, and documents utilization and analysis. The researcher uses data triangulation to validate the obtained data. The researcher uses reflective analysis – combining inductive and deductive analysis – in analyzing the obtained data. The result of the data analysis using policy output and policy outcome indicators is that the implementation of the Jaminan Persalinan in the Depok 3 Public Health Facility is not in the maximum point. It can be stated that the implementation does not meet the initial outcome even though it meets the intermediate outcome and long-­‐term outcome. The result of the study shows that there are, at least, three factors affecting the implementation that makes it be not in maximum point. Those factors are communication, improper fare determination, and the complexity of bureaucracy structures. Eventually, the researcher recommends: 1) policy modification, 2) proper fare determination, and 3) bureaucracy structure reformation to have better implementation.

Kata Kunci : Analisa Kinerja Implementasi, Jaminan Persalinan, Puskesmas Depok 3.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.