IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DI KABUPATEN SRAGEN
AGUS SOEBANDHI, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP.
2014 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan program Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Kabupaten Sragen dan faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan program KBR di Kabupaten Sragen. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan unit analisis kebijakan tentang KBR. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan studi dokumentasi pada catatan peraturan, dokumen-dokumen atau arsip data data lain yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 1). Dari output penyediaan bibit berkualitas secara swakelola, implementasi Program KBR dilakukan dengan metode kombinasi pembuatan dan pengadaan. 2). Dari output peningkatan pengetahuan dalam pembuatan persemaian dan tanaman, ada 3 (tiga) jenis kelompok, yaitu : a). Kelompok sudah mampu membuat bibit namun tidak efektif dalam penggunaan benih, b). Kelompok tidak memiliki kemampuan untuk membuat semua bibit c) Kelompok tidak membuat bibit karena faktor waktu pembibitan yang lama dan sulit. 3). Dari Output tertanaminya lahan kritis, lahan kosong dan lahan tidak produktif di 4 (empat) Kecamatan bahwa lokasi tanam KBR tahun 2010, 2011, 2012 dan 2013 sebanyak 64 blok, 49 blok berada di luar lahan kritis dan 15 blok berada di lahan kritis, dengan rincian yaitu : Kecamatan Gondang, 21 blok lokasi tanam sebanyak 16 blok di luar lahan kritis dan 5 blok berada di lahan kritis. Dari 2 sampel blok terpilih, terlihat lokasi penanaman berada di tegal/ pekarangan yang sudah ada tegakan kayunya. Kecamatan Sambirejo, 19 blok lokasi tanam sebanyak 14 blok di luar lahan kritis dan 5 blok berada di lahan kritis. Dari 2 sampel blok, terlihat lokasi penanaman berada di lahan tegal/ pekarangan yang sudah ada tegakan kayunya. Kecamatan Sumberlawang, sebanyak 13 blok lokasi tanam sebanyak 10 blok di luar lahan kritis dan 3 blok berada di lahan kritis. Dari 2 sampel blok, terlihat lokasi penanaman berada di lahan yang sudah ada tegakan. d). Kecamatan Sidoharjo, dari 11 blok lokasi tanam, 9 blok di luar lahan kritis dan 2 blok di lahan kritis. Dari 2 sampel blok, terlihat lokasi penanaman berada di turus jalan dan lahan tegal/ pekarangan yang sudah ada tegakan kayunya. Faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Program KBR di Kabupaten Sragen adalah 1).Sumber daya, a) postur anggaran besar namun tidak berimbang. b).Kualifikasi jabatan tenaga pendamping tidak sesuai.3) Ratio jumlah tenaga pendamping dan jumlah kelompok tidak ideal. 2). Komunikasi, a)Fungsi koordinasi dengan Bapeluh belum dibangun dengan baik. b.)Sosialisasi dan Pemahaman Masyarakat, proses ini belum dilakukan dengan optimal.3). Lingkungan Kebijakan,.a).Kondisi biofisik, tingginya permintaan akan kayu bulat dan masih luasnya lahan kritis, serta adanya potensi bahaya longsor, banjir, erosi dan sedimentasi merupakan salah satu kebutuhan untuk ditangani melalui rehabilitasi lahan. b).Dukungan masyarakat, terlihat dari budaya suka menanam, adanya nilai menanam merupakan “investasiâ€. Kolaborasi belum berjalan dengan optimal. Kebijakan harus ditetapkan dengan jelas dan fokus. Dibutuhkan peran, keberadaan serta kecukupan fasilitator pendamping. Dibutuhkan kegiatan dan pembelajaran yang lebih. Diperlukan sosialisasi yang lebih jelas dan terarah. Perlu dirintis kerjasama antara kelompok KBR dengan dunia swasta. Upaya penyediaan benih/bibit bersertifikat dengan harga lebih terjangkau dan mudah didapat. Tegakan KBR memerlukan studi tentang MAI dan MRV.
This study aims to determine the implementation of the policy program of Kebun Bibit Rakyat (KBR) in Sragen and factors - factors that affect implementation of program policies KBR in Sragen. This study was descriptive policy analysis unit of KBR. Data was collected through interviews and documentation studies on regulatory records, documents or other data of data archives related to the object of research. The results showed 1). Of quality seed supply output is self-managed, the implementation of the KBR was conducted using a combination of manufacturing and procurement. 2). Of output increased knowledge in the establishment of a nursery and plants, there are three (3) types of groups, namely: a). The group has been able to make seeds but not effective in the use of seeds, b). The group does not have the ability to make all the seed c) The group did not make seed breeding because of a long time and is difficult. 3). Output from the planting of degraded land, vacant land and unproductive land in 4 (four) district that KBR planting locations in 2010, 2011, 2012 and 2013 as many as 64 blocks, 49 blocks are outside the critical area and 15 blocks located in critical areas, with details of which are: the District Gondang, planting location 21 blocks by 16 blocks outside the critical area and 5 blocks are in the critical area. Of 2 sample blocks selected, look at the planting site was tegals / yard existing timber stands. Sambirejo districts, 19 blocks by 14 blocks of planting locations outside the critical area and 5 blocks are in the critical area. Of 2 sample blocks, look at the planting site was dry land / yard existing stands of timber. Sumberlawang districts, as many as 13 blocks by 10 blocks of planting locations outside the critical area and 3 blocks are in the critical area. Of 2 sample blocks, seen planting site is in existing land stands. d). Sidoharjo districts, 11 blocks from the location of planting, 9 blocks outside the critical area and 2 blocks in the critical area. Of 2 sample blocks, planting sites are visible in the pillar and dry land / yard existing stands of timber. Factors - factors that affect policy implementation in Sragen KBR Program is 1) .Resources, a) large budget posture but not impartial. b) .Qualification office assistants are not appropriate.3) Ratio of number of facilitators and the number of groups is not ideal. 2). Communication, a) Function coordination with Bapeluh not well constructed. b.) Socialization and Public Understanding, this process has not been carried out with optimal.3). Environmental Policy, a) .Biophysical conditions, high demand for logs and breadth of the land is still critical, as well as the potential danger of landslides, flooding, erosion and sedimentation is one needs to be addressed through land rehabilitation. b) .Community support, seen from a culture like planting, planting an existence value \\"investment\\". Collaboration is not running optimally. Policies must be clearly defined and focused. It takes the role, the existence and adequacy of facilitators. It takes learning activities and more. Socialization needed more clear and focused. Need to be initiated cooperation between the group of KBR with the private world. Towards providing seed / certified seed at a price more affordable and easy to obtain. KBR stands require more studies about the MAI and MRV.
Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, KBR, Sragen