Laporkan Masalah

PERUBAHAN PERILAKU SEKSUALITAS PEREMPUAN PASCA DIAGNOSIS HIV/AIDS DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA

Dwi Agustiana Sari, dr. Yanri Wijayanti Subronto., Ph.D., SpPD

2014 | Tesis | S2 Magister Keperawatan

Perempuan paska diagnosis HIV berisiko masalah seksualnya meningkat. Kondisi cemas, panik, ketidakmampuan menerima kondisi dan rendahnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang baik dapat memperburuk status HIV serta hubungan dengan pasangan. Tujuan Penelitian: mengetahui perubahan perilaku seksual sebelum, saat diagnosa, dan saat ini serta mengidentifikasi penyebab perubahan perilaku seksualitas perempuan pasca diagnosis HIV / AIDS di Kota Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, wawancara semiterstruktur dengan in dept interview. 6 Partisipan perempuan berusia produktif, terdiagnosis HIV antara 1 – 2 tahun sebelum penelitian, telah atau pernah menikah, bersedia diwawancara, serta mampu menceritakan dengan baik pengalaman seksualitasnya. Analisa data menggunakan Collaizy (Streubert, 2013). Hasil:. sebelum diagnosa frekuensi hubungan seksual pada beberapa partisipan yang sudah jarang karena perceraian dengan pasangan dan jauh dari pacar, dan ada yang masih rutin, Wujud perilaku seksual juga bervariasi ada yang menggunakan oral, anal dan meng-onanikan pasangan. Meng-onanikan pasangan dilakukan karena partisipan perempuan dalam kondisi sakit dan menjaga keutuhan hubungan agar suaminya tidak mencari wanita lain. Sebelum diagnosa hasrat seksual pada sebagian besar partisipan tidak mengalami penurunan. Saat diagnosa mengalami gangguan hasrat, dan saat ini beberapa masih mengalami gangguan hasrat seksual. Faktor penyebab perubahan perilaku seksualitas adalah kondisi sakit, gangguan gambaran diri, meningkatnya beban sosial ekonomi, perubahan partner, dan pengaruh budaya. Kesimpulan: Perubahan frekuensi hubungan dari yang sebelumnya rutin melakukan menjadi berhenti sementara atau menjadi jarang saat diagnosa dan kembali berhubungan saat ini. Hasrat dari yang sebelum diagnosa masih tingi pada beberapa partisipan, mengalami penurunan hasrat pada saat terdiagnosa dan kemudian saat ini telah kembali normal pada beberapa perempuan. Wujud perilaku seksual yang sebelum diagnosa melakukan variasa oral dan anal, pada saat diagnosa hanya biasa atas bawah, kemudian saat ini ada yang kembali menggunakan variasi lewat oral. Penyebab perubahan perilaku seksualitas pada Perempuan Partisipan pasca diagnosis HIV AIDS kemungkinan disebabkan karena faktor fisik, psikologis, sosial dan budaya.

Woman after diagnose HIV increase risk sexuality problem. Anxiety, panic, inability to accept the conditions and low knowledge about good sexual behaviour can worsen HIV status and relationship with a partner is not in harmony Purpose: assess changes in sexual behavior before, the time of diagnosis, and current as well as identify the causes of changes in the behavior of female sexuality after a diagnosis of HIV / AIDS inner city Yogyakarta . Methode: Qualitative research with a phenomenological approach, semi-structured interviews with in dept interviews. 6 Participants were women of reproductive age, diagnosed with HIV between 1-2 years before study, has been or ever married, agreed to be interviewed, and be able to tell a good experience with her sexuality. Analysis of the data using Collaizy (Streubert, 2013) Hasil: before diagnosis frequency sesual relationship there that is rarely due to divorce with a spouse and away from the boyfriend, and there are still routine, sexual behavior also varies Being there who use oral, anal and masturbated to couples. Masturbated partner because female participants in a being sick and to maintain the integrity of the relationship. Before the diagnosis of sexual desire in most of the participants did not experience a decline. When diagnosed with the disorder, and currently some desire disorder. Causal factor that changes sexual behavior is a condition of pain, impaired self-image, increasing socio-economic burden, change partners, and cultural influences Conclusion: Frequency changes from previous relationships routinely be stopped temporarily or become rare at diagnosis and get back in touch today . The desire of a prior diagnosis was higher in some participants , decreased desire when diagnosed and then when it has returned to normal in some women . Form of sexual behavior before diagnosis did variasa oral and anal , at the time of diagnosis is just plain over the bottom , then at this time there is re-use through oral variation . Causes of sexual behavior change in women after diagnosis of HIV AIDS Participants likely due to physical factors , psychological , social and cultural

Kata Kunci : Perempuan, HIV /AIDS, Perilaku Seksual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.