Laporkan Masalah

PENGARUH PERUBAHAN REZIM TERHADAP SIKAP OFFENSIVE KOREA UTARA

Robby Darwis. N, Dr. Eric Hiariej, S.IP, M. Phil

2014 | Tesis |

Kebijakan luar negeri Korea Utara bersifat offensive pada masa kepemimpinan Kim Jong Il adalah dengan tujuan melakukan ekstraksi eksternal guna merubah konstalasi internasional yang sebelumnya bersahabat menjadi berlawanan. Tindakan offensive yang dilakukan Korea Utara diharapkan akan mendapatkan perhatian dunia internasional serta terjadi pembicaraan atau perundingan. Dengan diadakannya perundingan ini maka Korea Utara akan mendapatkan kompensasi atas perjanjian perdamaian dengan dunia internasional, kompensasi ini berupa bantuan ekonomi yang akan digunakan oleh Korea Utara untuk mengatasi keterpurukan ekonomi yang terjadi dinegaranya dan mencegah terjadinya gejolak didalam negeri yang akan berimbas pada keberlangsungan rezim Kim Jong Il. Selain dengan pemenuhan faktor ekonomi, rezim kim juga akan melakukan mobilisasi internal dengan jalan doktrinasi dan penggunaak kekuatan militer untuk menekan rakyatnya. Dengan diredamnya gejolak-gejolak internal tersebut maka akan bisa menjaga keberlangsungan rezim berkuasa.

Korea Utara menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan akhir-akhir ini karena semua provokasi dan ancaman-ancaman yang dilakukannya menjadikan dunia internasional merasa terancam. Tidak hanya dunia internasional, ancaman-ancaman Korea Utara ini membuat isu keamanan menjadi penting di kawasan asia timur, terutama yang masuk dalam jangkauan rudal Korea Utara. Selain menjadi ancaman, Korea Utara terkenal dengan negara yang sangat tertutup terhadap dunia internasionl, hal ini terkait dengan ideologi yang dipakai yaitu ideologi Juche. Bubarnya uni soviet pada tahun 1991 telah membuat Korea Utara kebingungan karena bantuan terbesar yang menyokong perekonomian Korea Utara adalah Uni Soviet, bahkan uni soviet memberikan bantuan kepada Korea Utara melebihi kemampuan yang dimilikinya. Selain itu Uni Soviet merupakan mitra dagang terbesar dari Korea Utara, hal ini membuat Korea Utara harus merubah kebijakan luar negerinya yang berbasis ekonomi kearah militer. Selain itu, ketidak stabilan politik juga membayangi kepemimpinan Kim Jong Il yang pada akhirnya memaksa Kim Jong Il untuk mengatasi dua masalah sekaligus yaitu, pertama, ketidak stabilan politik dalam negeri dan yang kedua adalah kemerosotan ekonomi. Dalam penelitian ini akan membahas tentang langkah-langkah atau kebijakan dari Kim Jong Il dalam upayanya mengatasi masalah dalam negeri Korea Utara. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan membahas tentang sikap offensive yang sering dilakukan Korea Utara serta tujuan dari sikap offensive tersebut.

Kata Kunci : Kim Jong Il, Military First, Juche, Sikap Offensive Korea Utara, Ketidak Stabilan Politik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.