Laporkan Masalah

Filsafat Bahasa Biasa Gilbert Ryle dan Relevansinya dengan Konsep Pendidikan Karakter di Indonesia

Muhammad Hilal, Dr. Rizal Mustansyir

2014 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Filsafat Bahasa adalah salah satu gerakan pemikiran yang sumbangsihnya terhadap berbagai penyelesaian persoalan yang dihadapi manusia tidak bisa diabaikan. Salah satu pemuka Filsafat Bahasa adalah Gilbert Ryle yang pemikirannya banyak mempengaruhi pemikir-pemikir sesudahnya. Meskipun begitu, signisifikansi pemikiran Gilbert Ryle tidak banyak dikaji di Indonesia sebanyak para filsuf sezamannya seperti Ludwig Wittgenstein dan J. L. Austin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pemikiran Gilbert Ryle mengenai konsep Bahasa Biasa dan mengemukakan relevansinya dengan Pendidikan Karakter di Indonesia. Pemaparan mengenai relevansi tersebut untuk menguji keampuhan pemikiran Gilbert Ryle dalam menyelesaikan salah satu problem yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Objek material dalam penelitian ini adalah konsep Bahasa Biasa menurut Gilbert Ryle yang tertuang dalam beberapa buku dan esainya. Objek formal dari penelitian ini menggunakan pendekatan Filsafat Bahasa. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode hermeneutika, yang unsur-unsurnya meliputi deskripsi, abstraksi, koherensi historis dan heuristik. Metode hermeneutis akan digunakan untuk menganalisis pemikiran filosofis Gilbert Ryle mengenai konsep Bahasa Biasa dan kemudian dijabarkan relevansinya dengan Pendidikan Karakter di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tugas filsafat bagi Gilbert Ryle adalah aktivitas analisis bahasa menurut Bahasa Sehari-hari atau Bahasa Biasa. Analisis bahasa berarti menghindar dari Kegalatan Kategori sehingga, meskipun menggunakan Bahasa Biasa, setiap usaha analisis yang dilakukan dalam berfilsafat haruslah selaras dengan kaidah-kaidah logika. Perlu dibedakan antara pernyataan yang bermakna 'capaian' (achievement) dengan pernyataan yang bermakna 'tugas' (task). Harus pula dibedakan pernyataan yang mengandung pengertian disposisi (dispositional statement) dengan pernyataan yang mengandung pengertian kejadian pertikular (occasional/episodical statement). Mekanisme pembedaan semacam ini adalah cara untuk menghindar dari Kegalatan Kategori. Bertitik tolak dari sinilah pemikiran Gilbert Ryle bisa memberikan sumbangsih berarti bagi pendidikan di Indonesia melalui analisis terhadap konsep Pendidikan Karakter di Indonesia. Filsafat Bahasa Biasa Gilbert Ryle mampu mengurai konsep Pendidikan Karakter sehingga konsep ini bisa terhindar dari Kegalatan Kategori.

Philosophy of language is a movement of thought which contribution in overcoming the problems of human being cannot be neglected. One of this movement's prominent thinkers is Gilbert Ryle whose thoughts have influenced the later thinkers. In spite of the fact, the significance of Gilbert Ryle's thought has hardly been studied in Indonesia as frequently as his contemporary philosophers such as Ludwig Wittgenstein and J. L. Austin. This research is intended to explore Gilbert Ryle's thought on the concept of ordinary language and to describe its relevance to the character education in Indonesia. The description of his thought's relevance is intended to find its effectiveness in overcoming one of the problems of human being life. This Research is a kind of library research. Its material object is Gilbert Ryle's thought on the concept of ordinary language which is described in his books and essays, while its formal object is the approach of philosophy of language. This research uses hermeneutical method which is constituted by description, abstraction, historical coherence and heuristics. Hermeneutical method is used to analyze Gilbert Ryle's thought on the concept of ordinary language and, afterwards, it will be described the relevance of his philosophical thought to the concept of character education in Indonesia. The result of this research is that the task of philosophy according to Gilbert Ryle's thought is activity of language analysis in accordance with ordinary language. The language analysis means to avoid category mistake that, even though it uses ordinary language, every analysis performed in philosophical activity has to be coherently appropriate to logical rules. It must be separated between achievement statements and task statements, and between dispositional statements and occasional/episodical statements. This distinction is a way to avoid from category mistake. Therefore, it is from this point that Gilbert Ryle's thought can give a useful contribution to education in Indonesia trough the analysis toward the concept of character education in Indonesia. Gilbert Ryle's ordinary language philosophy is able to perform clarification to the concept of character education in order to avoid the category mistake.

Kata Kunci : Konsep Bahasa Biasa, Kegalatan Kategori, Pendidikan Karakter


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.