Perilaku petani terhadap risiko pilihan pola tanam di desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman
WIDIYANTO, Adi, Dr.Ir. Irham, MSc
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian Perilaku Petani Terhadap Risiko Pilihan Pola Tanam dilakukan untuk mengetahui risiko pilihan pola tanam, preferensi petani terhadap risiko pilihan pola tanam dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan di Dusun Sabrang Wetan Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dengan metode survey. Survey dilakukan terhadap 46 petani responden yang melaksanakan pola tanam selama 1 tahun dari Oktober 1999 sampai dengan Agustus 2000. Tingkat risiko pilihan pola tanam dihitung dengan nilai koefisien variasi. Analisis model pilihan berganda digunakan untuk mengetahui perilaku petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan petani terhadap pola tanam yang dilaksanakan. Untuk mengetahui preferensi petani terhadap pilihan pola tanam digunakan analisis mean-variance dan stochastic dominance. Sedangkan untuk mengetahui efficient frontier dari pilihan pola tanam digunakan Motad Programming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko pola tanam diurut dan yang terbesar adalah pola tanam padi-lombok-kacang panjang, padi-lombok- buncis, padi-kacang panjang-buncis, padi-kacang panjang-kacang panjang dan tingkat risiko terkecil pada pola tanam padi-padi-padi. Dilihat dari analisis mean-variance, tidak ada pola tanam yang paling dominan. Sedangkan dan analisis stochastic dominance pola tanam padi-lombok-kacang panjang merupakan pola tanam yang paling dominan dan berarti pola tanam yang paling disukai. Hal ini sejalan dengan kenyataan di lapangan bahwa proporsi petani responden terbesar memilih dan melaksanakan pola tanam ini. Hasil analisis model pilihan berganda menunjukkan bahwa pendapatan pola tanam merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pilihan pola tanam. Dari hasil tersebut didukung hasil survey yang menunjukkan bahwa petani responden bersedia menanggung risiko yang lebih besar namun hams dikompensir dengan tambahan tingkat pendapatan yang makin tinggi serta nilai harapan yang lebih besar dan nilai yang dikeluarkan. Maka dapat diketahui bahwa secara keseluruhan petani bersifat risk averse terhadap risiko pilihan pola tanam . Dan penyelesaian model Motad Programming diketahui bahwa pola tanam padi-lombok-kacang panjang akan memberikan pendapatan yang maksimum namun diikuti dengan tingkat risiko yang terbesar.
The research aimed to find out the risk of cropping system choice, farmers preference and affecting factors of it. Research has been done by survey in Sabrang Wetan Hamlet, Wukirsari Village, Cangkringan Sub-district, Sleman Regency to 46 farmers who implemented cropping system during October 1999 to August 2000. The risk of cropping system choice level measured by coefficient of variation, farmers behaviour and affecting factors by multiple choice model analysis, farmers preference by mean-variance and stochastic dominance analysis, efficient frontier of cropping system choice by motad programming. The result showed that the risk level order of cropping system from highest was: paddy-chilly-string bean; paddy-chilly-green bean; paddy-string bean-green bean; paddy-string bean-string bean; and paddy-paddy-paddy. Mean-variance analysis showed that there was no dominance cropping system, different result showed by stochastic dominance analysis, which emerged paddy-chilly-string bean as the most dominance cropping system, this result in accordance with the reality which most respondent implemented this cropping. Multiple choice model analysis showed that income as the most affecting factor to cropping system choice, it supported by survey result that indicated farmers would took a higher risk as long as compensated by better income. Motad programming model showed that paddy-chilly-string bean cropping system beside contribute maximum income also has highest level of risk.
Kata Kunci : Risiko, Pola tanam, Preferensi, Dominan, risk, cropping system, preference and dominance