Laporkan Masalah

KARAKTER ARSITEKTURAL RUANG JALAN DI KORIDOR JALAN SUDIRMAN DAN JALAN AHMAD YANI BENGKULU

KURNIAWAN MASDI OKTA PUTRA, Ibu Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA.

2014 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Pembentukan dan perkembangan kota Bengkulu diawali oleh proses kolonialisme yang panjang. Benteng Marlborough merupakan peninggalan terbesar kolonialisme di Bengkulu, sebagai pusat pertahanan sekaligus pusat pemerintahan dan dalam perkembangannya menjadi kawasan pusat kota Bengkulu pada waktu itu. Kawasan Benteng Marlborough merupakan kawasan bersejarah dengan nilai budaya sangat tinggi menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk mengunjungi kawasan ini. Perkembangan pembangunan yang sangat pesat juga terjadi pada koridor-koridor jalan yang merupakan akses menuju kawasan sebagai salah satu konsekuensi dari perkembangan sebuah kota. Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani yang merupakan akses utama menuju kawasan menjadi koridor jalan yang penting diperhatikan dalam hal karakter arsitektural ruang jalannya. Penelitian ini memaparkan tentang karakter arsitektural ruang jalan pada koridor Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani Bengkulu. Perkembangan pembangunan di sepanjang koridor mempengaruhi karakter arsitektural ruang jalan pada koridor terkait posisinya sebagai akses utama menuju kawasan bersejarah Benteng Marlborough dan Kampung Cina. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk dapat mengetahui; (1) Bagaimana karakter arsitektural ruang jalan yang terbentuk di sepanjang koridor, (2) Konsep arahan penataan yang tepat diterapkan pada Koridor Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani. Metode yang dilakukan adalah dengan observasi lapangan untuk mengamati elemen fisik pembentuk karakter arsitektural dan klasifikasi terhadap kelompok bangunan untuk menjelaskan karakter arsitektural yang telah terbentuk di sepanjang koridor penelitian. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai karakter arsitektural ruang jalan di sepanjang koridor. Hasil temuan tersebut dijadikan landasan dalam menentukan konsep arahan penataan untuk mencapai tatanan kawasan yang lebih baik kedepannya.

The formation and the development of Bengkulu city preceded by a long process of colonialism. Fort Marlborough is the greatest legacy of colonialism in Bengkulu, as the center of defense and government and as the downtown area of the city at that time. Fort Marlborough area is a historical district with very high cultural value become an attraction for people to visit. The rapid development also occurs in the corridors which is the main access to the area as a consequence of the development of a city. Sudirman and Ahmad Yani road are the main access to the area which are an important corridor considered in terms of the architectural character of street space. This research describes the architectural character of street space in corridors of Sudirman and Ahmad Yani road Bengkulu. Development along the corridor affects the architectural character of street space in corridor related its position as the main access to the historical area of Fort Marlborough and ‘Kampung Cina’. Therefore, this research is done to be knowing; (1) How the architectural character of street space that formed along the corridors, (2) The concept of the proper design and planning guideline applied in corridors of Sudirman and Ahmad Yani road. Methods undertaken by field observation to observe physical element of architectural character and classifying of building group to describe the architectural character that has developed along the corridor. The results of this research provide an overview of the architectural character of street space along the corridor. The findings used as basis in determining the concept of design and planning guideline to achieve better distric order in the future.

Kata Kunci : Kawasan Bersejarah, Karakter, Ruang Jalan, Koridor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.