Analisis keunggulan komparatif usahatani padi di Daerah Istimewa Yogyakarta
DEORANTO, Panji, Dr.Ir. Masyhuri
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianTujuan studi ini adalah inenilai keunggulan komparatif usahatani padi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan kebijakan pemerintah di bidang input-output. Lokasi dan sistem produksi yang diteliti adalah usahatani padi sawah di kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo dan Sleman juga padi ladang di Gunungkidul pada tahun 1999. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskripsi dan dianalisis dengan inenggunakan Matrik Analisis Kebijakan atau Policy Analysis hfitrrx(PAM). Hasil studi menunjukkan bahwa produksi padi di Daerah Istimewa YoLyakarta mempunyai keunggulan koinparatif dalam usahatani padi dengan DRCR kurang dari satu yang berarti efisien dalain menghemat devisa. Produksi padi yang paling efisien adalah padi sawah di kabupaten Gunungkidul dengan DRCR = 0,2535 dan yang efisiensinya paling rendah adalah padi ladang di kabupaten Gunungkidul dengan DRCR = 0,3215. Usahatani padi di Daerah Istimewa Yogyakarta juga meinpunyai efisien dalam finansial yang ditunjukkan dengan PCR yang kurang dari satu. Kebijakan pemerintah di bidang output ditunjukkan dengan indikator OT yang bernilai negatif dan NPCO yang bernilai kurang dari satu. Kebijakan pemerintah di bidang input ditunjukkan dengan indikator FT yang bernilai positif untuk kabupaten Bantul, IT bernilai negatif untuk kabupaten Bantul, Kulon Progo dan Sleman dan NPCI bernilai kurang dari satu untuk kabupaten Bantul, Kulon Progo dan Sleman. Kebijakan peinerintah dibidang input-output ditunjukkan dengan indikator NT yang bernilai negatif, PC yang bernilai kurang dari satu, EPC yang bernilai kurang dari satu dan SRP yang bernilai negatif baik untuk jenis padi sawah ataupun padi ladang di seluruh kabupaten
The objective of this study was to assess comparative advantage in farm for paddy in Daerah istimewa Yobyakarta. Location and production system that researched was farm for wet land paddy in regencies of Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo and Sleinan also dry land paddy in Gunungkidul regency in 1999. The collected data was tabulated and analyzed descriptive and the analysis methods used Policy Analysis Matrix(PAM). The study showed that paddy production in Daerah Istimewa Yogyakarta had a comparative advantage in farm for paddy with the DRCR less than one this mean efficient in saving foreign ex-change. The most efficient of paddy production was wet land paddy in Gunungkidul regency with the DRCR = 0,2535 and the least efficient was dry land paddy in Gunungkidul regency with that the DRCR = 0,3215. Farm for paddy in Daerah Istimewa Yogyakarta also had financial efficiency that showed with the PCR less than one. Government policy in output sector was showed with the OT indicator was negative and the NPCO less than one. Government policy in input sector was showed with the FT indicator was positive for Bantul regency, the iT negative for regencies of Bantul, Kulon Progo and Sleinan and NPCl less than one for regencies of Bantul, Kulon Progo and Sleman. Government policy input-output sector was showed with the NT indicator was negative, the PC less than one, the EPC less than one and the SRP negative both wet land paddy or dry land paddy in all of regencies.
Kata Kunci : Usahatani Padi,Keunggulan Komparatif,DIY,kurin, Farm, Paddy, Comparative advantage, Government policy