Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PERANCIS DALAM PENARIKAN PASUKAN ISAF DARI AFGHANISTAN

Ismah Rustam, Drs. Usmar Salam, MIS.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Tesis ini meneliti tentang kebijakan Perancis untuk menarik pasukannya dari Afghanistan pada tahun 2012 atau dua tahun lebih cepat dari waktu yang disepakati bersama negaranegara anggota NATO yaitu akhir tahun 2014. Dengan mengaplikasikan perspektif realisme neoklasik tesis ini mencoba menjabarkan kebijakan luar negeri merupakan hasil dari struktur internasional, faktor-faktor domestik, dan interaksi kompleks diantara keduanya. Tragedi pengeboman WTC berhasil membawa negara-negara NATO pada sebuah intervensi militer di Afghanistan dan membentuk kesatuan tempur bernama International Security Assistance Force (ISAF). Operasi militer ini telah berjalan lebih dari 10 tahun dan menimbulkan banyak kontradiksi. Perancis sebagai salah satu negara penyumbang pasukan dan logistik terbanyak di Afghanistan memutuskan mempercepat penarikan pasukannya. Berdasarkan kerangka realisme neoklasik variabel independen dalam bentuk faktor eksternal melihat pada perubahan lingkungan dan keamanan internasional yang merubah arah politik Perancis untuk melakukan intervensi di wilayah selain Afghanistan. Pada masa yang sama krisis ekonomi Eropa melanda sebagian besar anggota NATO sehingga negara-negara difokuskan pada upaya mengurangi defisit anggaran pertahanan, variabel perantara merupakan faktor domestik yang menerjemahkan situasi eksternal dimana Perancis menolak menghabiskan anggaran negara untuk perang berkepanjangan di Afghanistan. Kelompok elit dan masyarakat Perancis menolak keterlibatan lebih jauh di Afghanistan. Kedua variabel inilah yang membentuk perilaku kebijakan luar negeri Perancis.

This thesis examines the France policy to withdraw its troops from Afghanistan in 2012 or two years before the time agreed with NATO member countries at the end of 2014. By applying neo‐classical realism perspective, tries to describe the foreign policy is the result of an international structure, domestic factors, and the complex interactions between them. The tragedy of WTC bombing was success to bring of NATO countries in military intervention in Afghanistan and form the combat unity called the International Security Assistance Force (ISAF). This military operation has been running more than 10 years and raises a lot of contradictions. France as one of the largest contributors of troops and logistics in Afghanistan has decided to withdraw its troops in 2012. Based on the framework of neoclassical realism, the independent variables or external factors look at the global environment changes and international security which change the course of French politics to intervene in other region besides Afghanistan. At the same time the European economic crisis hit the most of NATO member countries, so the government must be focused on efforts to reduce the deficit of defense budget. Intervening variables are domestic factors that translate external situation which the French refused to spend the state budget for prolonged war in Afghanistan. The elite and France peoples refused further involvement in Afghanistan. Both of these variables are shaping the behavior of French foreign policy.

Kata Kunci : Kebijakan Perancis, Realisme neoklasik, faktor eksternal, faktor domestik, pasukan ISAF, Afghanistan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.