Pengelolaan Pertunjukan Musik Keroncong oleh Taman Budaya Yogyakarta Tahun 2014
ELYA SISKA ANGGRAINI, Dr. Wisma Nugraha
2014 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaPenelitian ini mengkaji tentang pengelolaan pertunjukan oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Salah satu fungsi TBY yaitu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seni dan budaya Yogyakarta. Salah satu pertunjukan yang ditampilkan di TBY adalah musik Indonesia. Sampel pengelolaan pertunjukan musik tersebut difokuskan pada pertunjukan musik keroncong oleh grup orkes keroncong Kembang Mekar Sore dari Rumah Keroncong Yogyakarta dalam agenda gelar seni sepanjang tahun yang diselenggarakan pada tanggal 27 April 2014. Penelitian ini membahas tentang agen, habitus, arena, modal antara relasi dan interrelasi penyelenggaraan acara dan pengisi acara, serta negosiasi antara keduabelah pihak. Oleh karena itu, sebagai sebuah kajian sosial budaya, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan multidisiplin. Beberapa pendekatan yang dipakai di antaranya ialah pendekatan historis, pendekatan sosiologis, dan ilmu manajemen. Metode penelitian tersebut dilakukan dengan cara pengumpulan data (data primer dan sekunder) dan pengolahan data atau analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pertunjukan di Taman Budaya Yogykarta (TBY) tidak terlepas dari hubungan politis, dikarenakan semua aturan-aturan yang digunakan dalam pengelolaan di TBY diatur oleh Dinas kebudayaan DIY dan Pemerintah DIY, yaitu dimulai dari panitia penyelenggara acara, jadwal kegiatan disesuaikan dengan kegiatan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan lain sebagainya.
The research concern about the management performance by Cultural Center of Yogyakarta (TBY). One of the functions of TBY is organized art and culture events of Yogyakarta. One of performances displayed in TBY is Indonesian music. The sample of music show management focuses on musical show by Keroncong Kembang Mekar Sore Orchestra Group of Keroncong House Yogyakarta in the agenda of art performance during the year was held on 27 April 2014. This study discusses about the agency, habitus, arena, capital between mutual relations and interrelations of event organizer and performers, and the negotiations between the two parties. Therefore, as a socio-cultural studies, the methods used in this study was qualitative with multidisciplinary approach. Several approaches used are historical approach, sociological approach, and management sciences. The method of the study was conducted by collecting data (primary and secondary data) and data processing or data analysis. The results of the study indicates that performance management in Taman Budaya Yogykarta (TBY) is inseparable from political relations, because all of the rules used in organizing of TBY are regulated by the Department of culture and the Government of DIY, starts from the event organizer committee, the schedule of events are adjusted to the events of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) and others.
Kata Kunci : Pengelolaan Pertunjukan, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Rumah Keroncong Yogyakarta (RKY), Habitus, Arena, Modal.