INPUT-OUTPUT ANALYSIS OF SUGARCANE PLANTATION IN INDONESIA
FATKHIYAH ROHMAH, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianTujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui nilai transaksi domestik industri hulu dan hilir komoditas tebu di Indonesia, (2) Mengetahui besarnya keterkaitan ke belakang (backward linkage) dan keterkaitan ke depan (forward linkage) antara perkebunan tebu dengan sektor ekonomi yang lain, (3) Mengestimasi efek pengganda output, pendapatan, kesempatan kerja dan nilai tambah bruto komoditas tebu. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data Input-Output transaksi domestik atas harga dasar produsen klasifikasi 66 sektor yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2003, 2005 dan 2008 dengan analisis Input-Output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima sektor dengan nilai transaksi domestik terbesar industri hulu komoditas tebu adalah industri pupuk dan pestisida, bangunan, institusi keuangan, perdagangan dan transportasi sedangkan nilai terbesar industri hilir adalah industri gula, peternakan, restoran dan hotel, industri minuman dan industri lain. Keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan komoditas tebu di atas rata-rata seluruh sektor dalam pertanian. Koefisien penyebaran sektor perkebunan tebu di bawah rata-rata seluruh sektor dalam pertanian sedangkan sensitivitas penyebaran tebu di atas rata-rata seluruh sektor dalam pertanian. Efek pengganda output dan pendapatan komoditas tebu di atas rata-rata seluruh sektor pertanian sedangkan efek pengganda nilai tambah bruto dan tenaga kerja komoditas tebu di bawah rata-rata seluruh sektor pertanian dalam perekonomian Indonesia. Nilai tambah komoditas tebu dan penyerapan tenaga kerja dari perkebunan tebu perlu ditingkatkan.
The purpose of study are: (1) to understand the value of domestic transaction of sugarcane upstream and downstream industry on Indonesian economy, (2) to measure the backward and forward linkage of sugarcane plantation on Indonesian economy, (3) to estimate the multiplier effects on output, income, employment and gross added value of sugarcane plantation. Input-Output analysis is used to analyse domestic transactions based on producer price of Input- Output data that is 66 sectors classified, published by Central Statistic Agency. The study show that five biggest value of domestic transaction by sugarcane plantation upstream industry are fertilizers and pesticides, building, financial institutions, trade and land transport, while the downstream industry are sugar industry, livestock, restaurants and hotels, beverages industry and other food industry. Backward and forward linkage of sugarcane plantation is over the average of all agriculture sectors. Dispersion coefficient of sugarcane plantation under the average of all agriculture sectors while dispersion sensitivity is over the average of agriculture sectors. Output multiplier and income multiplier of sugarcane plantation is over the average of all agriculture sectors while gross added value and employment is under the average of all agriculture sectors on Indonesian economy. Gross added value and the absorption of employemnt have to be increased.
Kata Kunci : analisis input-output, keterkaitan sektoral, nilai pengganda, perkebunan tebu