Laporkan Masalah

Mengestimasi Willingness to pay pelanggan rumah tangga untuk pelayanan air bersih dari PDAM :: Aplikasi survei contingent valuation di kota Surakarta tahun 2000

IRAWAN, Bandara Raden Mas Bambang, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com

2001 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Penelitian ini berangkat dari fenomena penentuan tarip air bersih oleh PDAM di kota Surakarta. Mengingat air bersih merupakan barang lingkungan yang merupakan kebutuhan hidup yang pokok untuk masyarakat, maka penilaian ekonomi atas kuantitas dan kualitas pasokan air bersih dari PDAM oleh pelanggan yang akan menjadi konsumen menjadi penting. Indikator penilaian atau valuasi ekonomi yang dilakukan oleh pelanggan ditunjukkan oleh nilai dan probabilitas willingness to pay (WTP) pelanggan tersebut. Dengan melihat kenyataan dimana proses penentuan tarip oleh PDAM masih bias dalam menaksir kemampuan pelanggan, maka upaya mengestimasi WTP pelanggan ini menjadi urgen dilakukan. Tujuan dari penelitian ini antara lain ingin mengestimasi besarnya nilai WTP pelanggan rumah tangga berikut dengan probabilitasnya di kota Surakarta, sebagai respon atas pelayanan pasokan air bersih yang berasal dari PDAM Surakarta, serta menganalisis faktor-faktor atau variabel-variabel yang secara signifikan mempengaruhinya. Penelitian ini juga mencoba menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari pengaruh pelanggan yang memiliki sumur dengan pelanggan yang tidak memiliki sumur terhadap besarnya WTP pelanggan dan probabilitasnya, juga melihat implikasi kebijakan pemerintah daerah terutama PDAM dalam menentukan besarnya tarif / harga air yang dikenakan pada pelanggan nunah tangga. Penelitian ini mengaplikasikan survei contingent valuation (CV) dengan mengambil sampel 200 rumah tangga dan target population sebanyak 400 di seluruh wilayah kecamatan di kota Surakarta. Tehnik sampling yang dipakai adalah kombinasi antara area sampling dan proportionate random sampling , sedangkan alat analisinya digunakan ekonometrika dengan model probit bertingkat (orderedprobit model). Hasil penelitian ini menunjulckan bahwa probabilitas pelanggan rumah tangga akan mempunyai keinginan untuk membayar (WTP) maksimum per bulan berhuut-turut, dibawah Rp. 15.000,- adalah 24%; antara Rp. 15.000,- hingga kurang dan Rp. 20.000,- adalah 58,6%; antara Rp. 20.000,- hingga kurang dari Rp. 25.000 adalah 11,2%; antara Rp. 25.000,- hingga kurang dari Rp. 30.000,- adalah atau 43%; dan dl atas Rp. 30.000,- adalah 1,7%. Terdapat delapan variabel yang secara signifikan mempengaruhi nilai dan probabi WTP, yakni pendapatan keluarga per bulan, sesuai tidaknya biaya pemasangan akan dibayar, cara pembayaran yang akan dilakukan, tahu tidaknya pelanggan tentang informasi air PDAM, serta jarak rumah dengan sambungan instalasi terdekat. Hasil ini dapat membantu PDAM dalam menemukan keseimbangan tarip air bersih.

This research is based on the phenomenon of process in determining water price by PDAM Suakarta. Since clean water as environmental goods is one of the basic needs for society, the economic valuation on its quantity and quality for clean water supply from PDAM by consumers or customers becomes important. The indimtor of economic valuation by customers can be shown by the value of their WTP and its probability. In fact, the process in determining water price by PDAM remains bias in favor of estimating consumers’ ability, so the effort of estimating WTP customers has become urgent to be conducted. The objectives of this study are to estimate the value of WTP household customers and its probability as their response on clean water supply from PDAM. Also, to analyze the factors that has significant impact to the value of WTP and its probability; the difference of impact of the household that has well compared with those that hasn’t; and its implication on local government policies parhcularly for PDAM in detemining the clean water price. This study applied contingent valuation survey with sample size of 200 household from sum of 400 targeted population at all districts in Surakarta City. Sampling technique used in this study is a combination between area sampling and proportionate random sampling. Analysis tool used in this study is econometrics, which is applying ordered probit model. It has been concluded that the probability of household’s WTP that’s less than Rp 15.000,- is 24%; betweem Rp. 15.O00,- to less than Rp. 20.000,- is 58,6%; between Rp. 20.000,- to less than Rp. 25.000,- is 11,2%; between Rp. 25.000,- to less than Rp. 30.000,- is 43%; and Rp. 30.000,- above is 1,7% respectively. There are eight variables that have significant impact to value of household WTP and its probabiltties. The first four are household‘s length of stay, fonnal education level, sum of family members, and total household income per month. The last four are whether or not the household will pay the pipe connecting cost as instructed by PDAM, the way chosen by household to pay the subscripons’ fee, whethex the household has known or not about clean water infomation fiom PDAM, and the distance between house and nearest connecting pipe. These yields will help PDAM to detemm- e the equiliirium of clean water price.

Kata Kunci : Tarif Air PDAM, Willingness to Pay, Pelanggan Rumah Tangga, willingness to pay (WTP), contingent valuation, probability, and economic valuation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.