DINAMIKA PELEMBAGAAN PARTISIPASI PEREMPUAN: STUDI KASUS DINAMIKA INISIASI PELEMBAGAAN PARTISIPASI PEREMPUAN DESA WONOLELO KABUPATEN BANTUL DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DAERAH
TENTI NOVARI KURNIAWATI, Drs.Ratnawati, SU
2014 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanPartisipasi perempuan dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah dalam kurun waktu 10 tahun di Indonesia terus didorong dan diperkuat. Proses tersebut mengindikasikan bahwa relasi negara dan warga sudah mulai membaik dan semakin menuju arah yang lebih demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat partisipasi perempuan dan inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan penelusuran data sekunder. Penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat partisipasi perempuan Desa Wonolelo dan inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah ada pada level musrenbang desa dan musrenbang kecamatan, telah mencapai high quality information dan genuine consultation. Pada level musrenbang kabupaten dan tahap penganggaran daerah yang meliputi pembahasan KUA-PPAS dan RAPBD telah mencapai derajat partisipasi effective advisory board (badan penasehat yang efektif). Inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah adalah dari proses membangun penyadaran melalui pengorganisasian, membuka akses, mendorong partisipasi dan melakukan kontrol atau pengawalan kebijakan anggaran. Inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo memanfaatkan arena invited spaces dan popular spaces. Di satu sisi, negara (state) mengupayakan ruang formal (invited spaces) agar partisipasi warga bisa terakomodasi, namun hal itu juga dibarengi oleh usaha masyarakat (civil society) untuk menciptakan ruangnya sendiri (popular spaces), yang dibentuk guna menghindari campur tangan negara. Ruang partisipasi ini bukan ruang final, namun sebagai arena (politik) yang saling diperebutkan. Dalam prosesnya, inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu adanya perubahan nilai-nilai dalam diri perempuan tentang pentingnya perempuan terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Adanya revitalisasi organisasi perempuan, adanya mekanisme dan prosedur partisipasi perempuan baik melalui wahana popular spaces maupun invited spaces dan adanya proses rutin untuk mendorong inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan melalui aktoraktor individu dan organisasi di Desa Wonolelo maupun aktor-aktor individu dari dalam institusi negara.
Women's participation in local planning and budgeting process in the past 10 years in Indonesia continue to be encouraged and strengthened. The process indicates that the relation of state and citizen have started to improve and further towards a more democratic. This study aims to determine the degree of participation of women and initiation institutionalization women's participation Wonolelo Village, Bantul District in planning and budgeting process. This study uses a case study, data collection in this study using data collection methods of observation, interviews, and secondary data search. This study used a qualitative analysis. The results showed that degree of participation of women and initiation of institutionalization women's participation Wonolelo Village, Bantul District in planning and budgeting process existing at the level of the village and sub-district has achieved high quality information and genuine consultation. At the district level includes a discussion of budget planning (RAPBD) has reached the degree of effective participation of the advisory board (effective advisory body). Initiation of institutionalization women's participation in Wonolelo village on local planning and budgeting process is the process of building awareness through organizing, open access, encourage participation and control of budget policy. Initiation of institutionalization women's participation Wonolelo Village utilizing the popular spaces and invited spaces. On the one hand, the state provide formal space (invited spaces) so that citizen participation can be accommodated, but it is also accompanied by the community (civil society) to create its own space (popular spaces), which was formed in order to avoid interference from the state. Participation space is not the final space, but as an political arena that are contested. In the process, the initiation of institutionalization women's participation is influenced by three factors, namely the change of the values in the woman about the importance of women involved in the planning and budgeting process. The existence of women's revitalization organization, mechanisms and procedures for the participation of women through popular spaces and invited spaces and routine processes to encourage the initiation of the institutionalization women's participation through individual actors and organizations in the village Wonolelo and individual actors of the state institutions.
Kata Kunci : Derajat partisipasi perempuan, inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan, perencanaan dan penganggaran daerah