Assessment of Fog Water Harvesting Potential by Using Automatic Weather Station data
Aditya Riski Taufani, Prof. Dr. Ir. Fatchan Nurrochmad, M.Agr, Prof. Dr. Ir. Sunjoto, Dip.HE, DEA
2014 | Tesis | S2 Teknik SipilMetode terkini untuk menilai potensi penangkapan air kabut adalah metode Standard Fog Collector. Banyak peneliti mengadaptasi metode ini, tetapi metode ini dianggap mahal dan memerlukan waktu yang lama. Beberapa penelitian dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Metode baru menggunakan model matematis dikembangkan, tapi kekurangan ditemukan dalam pengembangan tersebut. Kekurangan tersebut meliputi hasil yang kurang terpercaya dan model yang tidak menggambarkan proses pemanenan air kabut. Model matematis baru dikembangkan untuk menutupi kekurangan dari model-model sebelumnya. Terdapat dua variable dalam model di penelitian ini yang diteliti, variabel durasi dan kadar air kabut. Pengamatan untuk kedua variabel ini dilakukan menggunakan data dari stasiun meteorologi Gunung Tsukuba. Korelasi antara parameter meteorologi dengan kejadian dan kadar air kabut diamati. Model untuk kedua variabel ini bisa dikembangkan jika korelasi tersebut ditemukan. Model kejadian kabut telah dikembangkan dari parameter kelembaban relatif dan kecepatan angin. Pengamatan lebih lanjut diperlukan karena terdapat faktor lain yang mempengaruhi kejadian kabut. Penelitian ini juga menemukan dua parameter yang mempengaruhi kadar air kabut. Parameter tersebut adalah kelembaban relatif dan radiasi matahari, tetapi terdapat faktor lain yang belum diketahui. Pengembangan model dalam penelitian ini belum bisa menghasilkan formula yang langsung bisa digunakan. Model penilaian air kabut menggunakan data stasiun cuaca otomatis memerlukan usaha yang besar dalam pengembangannya. Kata kunci : model matematis, kejadian kabut, kadar air kabut.
Current method to assess fog water harvesting potential is Standard Fog Collector method. Many researchers adapt this method, but it is considered to be expensive and requires long research time. Some researches were conducted to solve these problem. New methods by using mathematical model was developed, but lacks were found in these models. These lacks are unreliable result and model which is not represent the process of fog water harvesting. A new mathematical model was developed in this research to enhance lacks in the previous model. There are two variables of model in this research that were observed, variables of fog duration (fog occurrence) and liquid water content. Observation of these two variables were done by using data from Mount of Tsukuba meteorological station. Correlations between meteorological parameters with fog occurrence and liquid water content were observed. Model for these variables can be governed once the correlations were found. Model of fog occurrence was developed from parameters of relative humidity and wind speed. Further observation is needed because there are another possible parameters which influence fog occurrence. This research also found two parameters which correlated to liquid water content of fog. The parameters are relative humidity and solar radiation, but there are another unknown parameters. Model development in this research cannot possess explicit formula which is ready to be used yet. Model of fog water harvesting potential by using utomatic weather station data requires big effort in its development.
Kata Kunci : Mathematical Model, Fog Occurrence, Liquid Water Content