Laporkan Masalah

Industrialisasi dan munculnya elit baru di dusun Krebet Kabupaten Bantul

SUKAPTI, Drs. Mulyadi, MS

2001 | Tesis | S2 Antropologi

Industrialisasi telah terjadi di daerah-daerah pedesaan di Indonesia. Industri kecil yang berkembang di pedesaan rnerupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran yang terjadi di pedesaan. Proses industrialisasi ini tidak hanya dipandang sebagai fenomena ekonomi semata, tctapi juga merupakan fenomena sosial budaya. Masuknya industri kecil di pedesaan selalu diiringi dengan berbagai perubahan masyarakat yang lebi h dalam. Proses tersebut dapat disertai dengan munculnya elit berdasarkan pada basis legitimasi baru. Penelitian ini dilakukan di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kabupaten Bantu1 Alasan pemilihanj, lokasi adalah di Dusun Krebet tengah terjadi perkembangan industri kecil kerajinan kayu yang cukup berarti. Semakin banyak warga yang meninggalkan aktivitas pertanian dan masuk dalam aktivitas industri kerajinan kayu, baik sebagai pekerja atau pengusaha kerajinan. Studi ini dilakukan untuk mengungkap perubahan yang mengrringi masuknya industri kerajinan kayu dalam masyarakat. Secara lebih khusus, studi ini melihat proses munculnya elit baru yang berasal dari para pemilik industri. Asumsinya, aktivitas industi menciptakan basis nilai baru yang menjadi modal untuk meraih kedudukan elit. Sesuai tujuan tersebut, penelitian ini berusaha mengungkap basis-basis nilai yang menjadi persyaratan menjadi elit, mengungkap situasi yang melingkupi munculnya elit, serta upaya yang dilakukan pemilik industri &lam proses tersebut, serta melihat aktivitas sosial pemilik industri sebagai elit. Metde yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode pengamatan terlibat dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilik industri memiliki basis-basis nilai yang dianggap berharga dalam masyarakat berupa: kekayaan, jaringan sosial, dan kualitas pribadi. Ketiga ha1 ini merupakan modal untuk meraih kedudukan sebagai elit. Proses munculnya elit itu terjadi dalam konteks perubahan sosial ekonomi yang sedang terj&. Situasi itu melahirkan kebutuhan akan pemimpin yang memiliki karakter baru, yakni pemimpin yang memiliki jaringan dan wawasan luas. Karakter itu hanya dimiliki oleh para pemilik industri. Upaya yang dilakukdn pemilik industri untuk memperoleh kepercayaan dan pengakuan sebagai elit itu adalah terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, menduduki jabatan resmi, memberikan sumbangan, dan memanfaatkan jaringan. Studi ini juga menunjukkan aktivitas pemilik industri sebagai pemimpin dusun. Pemilik industri terlibat dalam aktivitas pencapaian tujuan umum (goals). Tujuan umum itu adalah melaksanakan kegiatan bersama; menciptakan kerukunan dan ketertiban; dan mewujudkan Dusun Krebet sebagai Dusun Wisata Kerajinan. Pemilik industri bekerja sama dengan pemimpin formal (Kepala Dusun, Kepala Desa, dan Camat) terlibat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan berbagai kegiatan * demi mencapai tujuan publik.

Industrialization has been widely spreading over the rural areas in Indonesia. The growing small-scale industries in rural areas is one alternative to alleviate impoverishment and unemployment problems prevailing in rural areas. Industrialization process is not merely considered a,s economic, but also sociocultural phenomena. Small-scale industry introduction into rural areas is always accompanied by various changes in communities. Industrialization process can be accompanied by the appearance of elite on the basis of new legitimization. This study was conducted at l h u n Krebet, Sendangsari Village, Bantu1 district. The selection of the study location was based on the fact that there has been a significant development of wocden craftsmanship at Dusun Krebet. Increasing number of Krebet inhabitants left their farming activities to join in wooden craftsmanship industry activities, serving as workers or craftsmanship entrepreneurs. This study was conducted to investigate changes thai accompanied the introduction of wooden craftsmanship into the rural communities. More specific, the study aimed at discerning the process of new elite appearance coming from industrial entrepreneurs. The assumption was that industrial activities create a basis for new values serving as a determinant to gain elite position. Accordingly, the study aimed at revealing bases of value required for elite position achievement, disclosing situation surrounding elite appearance and efforts accomplished by industrial entrepreneurs in such a process, and observing social activities df industrial entrepreneurs as new elite. In-dept interview and participative observation methods were used to collect the data of the study. The findings showed that industrial entrepreneurs had bases of value considered as valuable in the community constituting: wealth, social network, and personal quality. These three assets constituted determinants for gaining elite position. The process of elite appearance occurred in the context of prevailing sosio-economic changes. Such a situation procreated a need for leaders with new character, namely leaders with wide network and vision. Such a character was only held by industrial entremeneurs. Effort taken by the industrial entrepreneurs to gain reliance and recognition as elite was by actively participating in community activities, occupying formal positions, grving contribution, and utilizing network. This study also showed activities of industrial entrepreneurs as rural leaders. Industrial entrepreneurs participated in the activities of public goals accomplishment. The goals were to hold common activities; accomplish peaceful and in order life; and realize Dusun Krebet as Dzrsun of Craftsmanship Tourism. Industrial entrepreneurs cooperated with formal leaders (hamlet, village and subdistrict headmen) involved in decision making piocess and implementation of various activities to accomplish public goals. Keywords: Industrialization, Elite, Politic, Decision

Kata Kunci : Elit Desa,Industrialisasi,Antropologi Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.