RESETTLEMENT OF LANDSLIDE PRONE AREA TO BUILD SUSTAINABLE LIVELIHOOD A Case of Dome and Bulak Cewokan
MUTHIA PAMELA SUYONO, Prof. Dr. Sunyoto Usman
2014 | Tesis | S2 Pengel. Infrastruktur & Pembangunan Masy.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi utilisasi hunian relokasi beserta infrastrukturnya guna mencapai kehidupan yang berkelanjutan. Variable yang digunakan untuk mengidentifikai kehidupan berkelanjutan dalam penelitian ini adalah koeksistensi dari infrastruktur, kapasitas, dan jejaring yang terbentuk. Penelitian ini dilakukan di dua kawasan relokasi. Kawasan relokasi yang pertama disebut dome, terletak di Kabupaten Sleman. Kawasan relokasi yang kedua berlokasi di Kabupaten Bantul, dikenal dengan nama Bulak Cewokan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Wawancara semi terstruktur terhadap beberapa narasumber dan observasi dilakukan untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder didapatkan melalui studi dokumen dan literatur. Proses analisis meliputi tahapan deskripsi, identifikasi tendensi, dan interpretasi. Dalam penelitian ini didapatkan indikasi bahwa kedua kawasan relokasi memiliki modal untuk mewujudkan kehidupan berkelanjutan. Kedua kawasan relokasi didukung oleh layanan infrastruktur, kapasitas dari stakeholder, dan jejaring kerja sama yang baik. Hanya saja, kualitas dari masing-masing faktor berbeda pada masing-masing kawasan relokasi. Masalah utama di dome adalah rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dan didukung dengan aturan yang tidak jelas mengenai larangan dan kewajiban bagi penerima bantuan, sedangkan masalah utama di Bulak Cewokan adalah kualitas sumber daya manusia. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan dan pendekatan yang digunakan dalam implementasi program. Dapat dikatakan bahwa kebijakan dan pendekatan dalam implementasi program memberikan dampak terhadap perwujudan kehidupan yang berkelanjutan.
The main objective of this study is to identify the utilization of resettlement and its infrastructures to achieve sustainable livelihood. Variables used to identify sustainable livelihood are coexistence of infrastructures, capacity, and networking. The study takes place in two relocation sites. The first is relocation site called dome in Sleman regency, and the second one called Bulak Cewokan in Bantul regency. The approach used in this study is qualitative research. To collect primary data, semi-structured interview to some informants and observation were performed, while secondary data was collected by documents and literatures study. The process of analysis includes the stages of description, tendencies identification, and interpretation. The present study indicates that both resettlements have capital to manifest sustainable livelihood. Both resettlements were supported by the service of infrastructures, the capacity of the stakeholders, and the networking, but the quality of those factors is different in both resettlements. The main issues of dome are lack of people involvement in the development process and unclear regulation of prohibition to live at disaster prone area, while the main issue in Bulak Cewokan is the quality of human resources. Those issues were influenced by the policy and the approach of implementation program. It can be said that the policy and approach of program implementation impact the manifestation of sustainable livelihood in both resettlements.
Kata Kunci : relokasi, hunian, longsor, kehidupan berkelanjutan