TEGANGAN RESIDU KEPING ARESTER SERI
DEVIA EKA YUNIDA, Prof. Dr. Ir. T. Haryono, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Teknik ElektroIndonesia merupakan daerah tropis dengan intensitas sambaran petir yang tinggi (berulang-ulang). Tegangan yang dihasilkan oleh petir dengan meningkatkan kehadiran beban sensitif, petir dapat dengan mudah memperburuk kualitas daya konsumen bahkan jika tegangan lebih dihasilkan relatif rendah. Sambaran petir tersebut dapat menyebabkan tegangan berlebih sepanjang saluran tenaga listrik. Perambatan surja dapat menyebabkan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah terutama dapat merusak peralatan tegangan rendah. pemeliharaan dan perlindungan terhadap sambaran petir yang sangat diperlukan untuk pencegahan dan penanggulangan terhadap kerusakan tersebut. Arester merupakan sebuah alat yang dewasa ini secara intensif digunakan oleh khalayak umum untuk melindungi peralatan akibat sambaran petir. Arester merupakan alat yang digunakan untuk melindungi sistem dari bahaya petir dengan mengalirkan arus ke pentanahan meninggalkan nilai resistansi tertentu sehingga tegangan sistem tidak mengalami lonjakan tegangan pada sistem. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian skala laboratorium menggunakan beberapa peralatan utama seperti pembangkit tegangan tinggi, pembangkit tegangan impuls, dan osiloskop. Modifikasi menggunakan arester tegangan rendah 220 volt merlin gerin LTD dengan arus maksimum mencapai 6,5 kA sebanyak satu hingga empat buah arester diseri dan perhitungan persamaan untuk arester tegangan rendah hubung seri untuk lebih dari empat buah arester. Dari hasil pengujian diketahui bahwa karakteristik tegangan residu arester akan naik apabila dihubungkan secara seri. Arester tegangan rendah dapat digunakan untuk tegangan yang lebih tinggi dengan menghitung kebutuhan jumlah arester. Persamaan untuk jumlah arester seri yang dibutuhkan untuk memotong tegangan lebih surja yaitu y = 0.694x-0.106R dengan R2 = 0.989. sehingga nantinya apabila diperlukan lebih dari 4 buah arester,dapat diperkirakan tegangan residunya melalui rumus tersebut.
Indonesia is a tropical area with high intensity lightning strike (repeatedly). The voltage produced by lightning by increasing the presence of sensitive loads, lightning can easily worsen the quality of consumer power is generated even if the voltage is relatively low. Lightning strikes can cause excessive voltage along the power lines. Propagation can cause a voltage surge on low voltage systems, especially low voltage can damage the equipment. maintenance and protection against lightning strikes are very necessary for the prevention and countermeasures against such damage. Arrester is a device which is currently intensively used by the public to protect the equipment from lightning strikes. Arrester is a device used to protect the system from lightning with a current danger to earth leaving a certain resistance value so the voltage of the system is not experiencing voltage spikes in the system. This research was conducted through the use of several laboratory-scale testing of major equipment such as high voltage generator, impulse voltage generator, and oscilloscope. Modifications using 220 volt low voltage arrester Merlin Gerin LTD with a maximum current of 6.5 kA as one to four diseri arrester and arrester calculation equations for low voltage circuit series for more than four arrester. From the test results it is known that the characteristics of arrester residual voltage will rise when connected in series. Low voltage arrester can be used for higher voltage requirements by counting the number of arrester. The equation for the required number of series arrester overvoltage surge to cut the y = 0.694x- 0.106R with R2 = 0.989. so that later if needed more than 4 pieces arrester, the residue voltage can be estimated through the formula.
Kata Kunci : arester, seri, tegangan, residu