PENINGKATAN KAPASITAS PEMBINA NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA BANTUL
Mashuri, SP., Dwi Haryati, S.H., MH.
2014 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian ini bertujuan mencari gambaran secara jelas tentang pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Bantul dalam kaitannya dengan peningkatan kapasitas pegawai pembina narapidana, mencari kendala-kendala yang terjadi terhadap pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Bantul, serta mencari langkah dan tindakan yang dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara Bantul dalam rangka meningkatkan pembinaan bagi narapidana. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan terhadap pembina dan narapidana di Rumah Tahanan Negara Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis data dari penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data-data ini diperoleh melalui cara komunikasi langsung dengan menggunakan pedoman wawancara dan komunikasi tidak langsung dengan menggunakan kuesioner atau angket. Data-data selanjutnya diolah dan dilakukan pengelompokan data, diseleksi, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Pembinaan terhadap narapidana di Rumah Tahanan Negara Bantul meliputi pembinaan mental agama dan pembinaan kemandirian. Pembinaan mental agama bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, sedangkan pembinaan kemandirian bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada narapidana supaya nantinya bisa hidup mandiri. Kendala-kendala dari pembinaan ini diantaranya: belum adanya pemahaman yang sama atau sejalan antara petugas keamanan dan petugas pembinaan, motivasi narapidana untuk mengikuti kegiatan pembinaan masih kurang, produk-produk hasil keterampilan narapidana belum bisa dipasarkan dengan baik, mitra kerja dengan pihak luar belum ada, masa pidana yang relatif pendek, serta keterbatasan jumlah pembina. Langkah dan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala ini diantaranya: pembenahan SDM pegawai melalui briefing-briefing, diklat, outbond, serta rolling pegawai, selalu berusaha memotivasi narapidana untuk mengikuti pembinaan, selalu berusaha bekerja sama dengan pihak luar dalam hal memberi pembinaan dan memasarkan produk keterampilan narapidana, memilih program pembinaan yang tepat sesuai dengan masa pidananya, dan selalu mengusulkan penambahan jumlah pegawai.
This study aims to find a clear picture of the development of State Prison inmates in Bantul in relation to the improvement of staff capacity builder inmates, seek the constraints that occur on coaching inmates at the State Prison of Bantul, as well as searching steps and actions taken by the State Prison Bantul in order to improve training for inmates. This study is an empirical law of the State Prison inmates in Bantul Yogyakarta. Types of data from this study in the form of primary data and secondary data. These data are obtained through direct communication using the interview guidelines and indirect communication by using a questionnaire or a questionnaire. Data are further processed and made grouping the data, are selected and then analyzed using qualitative analysis methods. Guidance to the inmates at the State Prison of Bantul include the supervision and guidance of religious mental independence. Mental coaching aims to improve religious faith and devotion, while fostering independence provisions aimed at providing skills to inmates that will be able to live independently. The constraints of this guidance include: the lack of a common understanding or line between security and development officer, inmate motivation to participate in development activities is still lacking, the products of the skills inmates can not be marketed properly, working with external partners has been no , a relatively short period of punishment, as well as the limited number of coaches. Steps and measures taken to overcome these barriers include: revamping the Human Resources employees through briefings, training, outbound, and rolling employee, always trying to motivate inmates to follow the guidance, always trying to work together with outsiders in terms of giving guidance and market product inmates skills, choosing the right coaching program in accordance with its criminal past, and always proposes increasing the number of employees.
Kata Kunci : Pembinaan, Narapidana