PENGARUH PELATIHAN PENGENDALIAN KELELAHAN KERJA (FATIGUE) PADA DOSEN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DI WILAYAH KOPERTIS IV
GURDANI YOGISUTANTI, Prof. dr. Hari Kusnanto, SU., Dr.PH
2014 | Disertasi | S3 Kedokteran UmumLatar belakang. Pekerjaan di sektor pendidikan lebih banyak menimbulkan stres dan kelelahan kerja, baik fisik maupun psikologis. Kelelahan psikologis dapat menurunkan daya ingat, sehingga apabila kelelahan tersebut dialami dosen, maka akan menghambat proses belajar mengajar yang menjadi tugas utama dosen. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengendalian kelelahan kerja pada dosen terhadap peningkatan skor pengetahuan dan penurunan skor kelelahan kerja subjektif dan waktu reaksi. Metode. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan jumlah responden pada kelompok intervensi sebanyak 37 dan kontrol sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelelahan kerja subjektif adalah subscsle of the self-diagnosis checklist for assessment of worker’s accumulated fatigue, dan pengetahuan tentang kelelahan kerja diukur menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji t dan repeated measured analysis of variances untuk mengetahui perubahan perbedaan skor sebelum dan setelah pelatihan pengendalian kelelahan kerja. Hasil. Pelatihan pengendalian kelelahan kerja pada dosen dapat meningkatkan pengetahuan responden, menurunkan skor kelelahan kerja subjektif dan waktu reaksi, serta beberapa variabel non eksperimen yang diamati perubahannya, yaitu: kebiasaan makan pagi, ketepatan waktu mengajar, kelengkapan bahan ajar yang dapat diartikan sebagai peningkatan produktivitas dosen. Terdapat penurunan waktu penggunaan laptop per hari dan juga penurunan angka absensi pada dosen setelah mengikuti pelatihan pengendalian kelelahan kerja. Kesimpulan. Pelatihan pengendalian kelelahan kerja dibutuhkan dosen sekolah tinggi ilmu kesehatan untuk mencegah terjadinya kelelahan kerja subjektif. Saran yang direkomendasikan di antaranya adalah: perlunya pelatihan pengendalian kelelahan kerja pada dosen yang disampaikan bersamaan dengan sosialisasi beban kerja dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi untuk mengingatkan dosen pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, yang terbukti dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor kelelahan kerja subjektif dan waktu reaksi; memberikan pelatihan induksi (induction training) pada staf dosen baru dan mentorship untuk dosen pemula dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi agar dapat berjalan sesuai peraturan yang berlaku.
Background. In a healthy person fatigue is a normal phenomenon, experienced by everyone and usually easily relieved by rest or sleep. Increased sleepiness at work is increasingly being focused on a safety health issue. However, research on lecturer’s fatigue is very limited and has not been fully addressed. Objectives: This study was aimed to analyze the efficacy of fatigue-controlled training program to reduce objective and subjective fatigue and increase knowledge of fatigue among university teachers. Methods: A quasi experimental design was used to examine the efficacy of fatigue-controlled training among university teachers in intervention and control groups. As many as 37 teachers from intervention group and 40 teachers from control group completed T1 (baseline) and T2 (follow-up) data on knowledge, subjective fatigue using an item subscale of Self-Diagnosis Checklist for Assessment of Workers’ Accumulative Fatigue and reaction timer for objective fatigue using reaction timer Lakassidaya L77. Results: The results of repeated measured analysis of variances showed that fatigue-controlled training program was associated with higher knowledge and lowered subjective fatigue and reaction time compared with control group. Significant main effects of fatigue-controlled training on knowledge, subjective and reaction time were revealed. After controlling for all covariates, the repeated measured analysis of variances showed significant main effects of fatigue controlled training program on knowledge and subjective fatigue. Conclusions: Fatigue-controlled training program reported in this study was efficacious to enhance university teachers’ knowledge about fatigue and occupational health and safety at a work place. After traininguniversity teachers experienced lower subjective fatigue and reaction time. This program may be considered as an initial strategy for occupational safety and health program in education setting to reduce subjective fatigue particularly among university teachers. The training should be conducted frequently to enable university teachers controlled their fatigue.
Kata Kunci : kelelahan kerja; dosen; reaction timer;pelatihan