ANALISIS KAPASITAS SISI UDARA DAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA JUANDA SURABAYA
TEGUH ARI RAHMAN, Dr-Eng. Muhamad Zudhy Irawan, S.T., MT.
2014 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiKonsep Low Cost Carrieryang menawarkan tarif penerbangan yang lebih rendah berpengaruh pada peningkatan pertumbuhan jumlah penumpang beberapa tahun terahkir. Hal ini tidak hanya menciptakan antrian di sisi darat, tapi juga di sisi udara. Banyak bandara di Indonesia yang beroperasional diatas kapasitas normal, salah satunya adalah Bandara Juanda Surabaya. Oleh karena itu perlu diketahui bagaimana kapasitas sisi udara dan terminal Bandara Juanda Surabaya, apakah kondisi eksisting masih memenuhi standar yang disaranakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode FAA dan DORATASK untukmenghitung kapasitas runway, Metode FAA untuk kapasitas taxiway, Metode JICA dan kapasitas dinamis untuk Apron. Kapasitas terminal menggunakan Metode SKEP, FAA dan JICA. Dari data penumpang dan pesawat yang ada, kemudian dilakukan proyeksi pergerakan penumpang dan pesawat di tahun rencana yaitu 2024. Hasil analisis menujukkan bahwanilai kapasitas runway 10 (VFR/IFR) sebesar 51/39 pergerakan per jam, dan kapasitas runway 28 (VFR/IFR) sebesar 52/39 per jam jika dihitung dengan Metode FAA,sedang diperoleh nilai kapasitas 27 pergerakan pesawat jika dengan menggunakan Metode DORATASK. Kapasitas taxiway dengan metode FAA adalah 85 pergerakan per jam. Kapasitas apron sebesar 21 per jam pada jam puncak dengan metode JICA, sedangkan dengan menggunakan kapasitas dinamis diperoleh hasil sebesar 31 per jam. Kebutuhan luas yang diperlukan untuk menampung pergerakan penumpang eksisting adalah 53.531 m2 baik terminal domestik maupun internasional dengan metode JICA, sedangkan dengan menggunakan metode FAA diperlukan luas sebesar 9.150 m2 untuk domestik dan 166.347 m2 untuk internasional. Hasil analisis dengan metode SKEP menunjukkan 7 fasilitas terminal domestik memenuhi perhitungan dan 6 fasilitas terminal belum memenuhi penghitungan, sedang untuk terminal internasional terdapat 10 fasilitas terminal domestik memenuhi perhitungan dan 5 fasilitas terminal belum memenuhi penghitungan.
Low Cost Carrier concept offers a cheap flight which influence to the increasing of growth of passanger number. It is not only creating queue in the land side but also in the air side. There is lot of airpot in Indonesia that operates over normal capacity, one of them is Juanda Airport Surabaya. For that reason its acquired investigating in order to figure out the capacity both of passenger terminal and air side in Juanda airport, Surabaya. The methods used in this research is FAA and DORATASK in order to measuring runway capacity, the method FAA for capacity of taxiway, the method of Jica and dynamic capacity for Apron. While for terminal capacity use methods SKEP, FAA and JICA. From the data of passenger aircraft, then running projection passenger movement and the plane in 2024. Results of the analysis shows that the capacity of runway 10 (VFR/IFR) is 51/39 movements per hour, and capacity of runway 28 (VFR/IFR) about 52/39with the method FAA, whilethere are 27 movement using methods DORATASK. Taxiway capacity through FAA method is 85 movements per hour. And the Apron capacity is 21 per hour at peak hour with JICA, while using dynamic capacity, the result performed 31 per hour for maximum dynamic capacity and 20 per hour for minimum dynamic capacity. The wider that needed to accommodate the movement existing passenger terminal is 53,531 m2 both of domestically and internationally with JICA, while using methods FAA needed area of 9,150 m2 for domestic and 166,347 m2for the international. Results of the analysis with the method SKEP shows 7 facilities domestic terminal meet the count and 6 facilities terminal has not fulfilled the count. And for the terminal international there are 10 facilities domestic terminal meet up the count and 5 facilities terminal has not fulfilled the count.
Kata Kunci : Kapasitas, Sisi udara, Terminal, Bandara Juanda