PROMOSI GIZI DI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KONSUMSI AIR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA YOGYAKARTA
Endri Yuliati, Dr.rer.nat.dr. BJ Istiti Kandarina.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang:Air merupakan zat gizi utama, penyusun cairan intrasel dan ekstrasel namun pemenuhan kebutuhannya sering dikesampingkan. Kurang air minum berdampak negatif pada fisik dan mental. Sekolah termasuk lingkungan terdekat anak sehingga berpotensi sebagai tempat untuk memperbaiki perilaku anak. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh dari model promosi gizi di sekolah dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku terkait konsumsi air minum anak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan pre and post with control group design yang dilaksanakan di sekolah dasar. Pemilihan sekolah dilakukan dengan multistage random sampling di Kota Yogyakarta. Setiap 2 sekolah menerima salah satu bentuk promosi gizi berikut ini A) pendidikan gizi dan pembiasaan (n=70), B) pembiasaan (n=65) dan C) kontrol/tanpa perlakuan (n=58). Pendidikan gizi disampaikan oleh peneliti selama 3 minggu dengan frekuensi 1x/minggu, sedangkan pembiasaan dilakukan selama 2 minggu berupa meminta anak untuk membawa minuman dari rumah dan minum bersama-sama sebelum pelajaran dimulai dan ketika akan pulang sekolah. Sebelum perlakuan, pengetahuan dan sikap tentang minum diukur dengan kuesioner yang telah divalidasi dan perilaku diukur dari volume konsumsi air minum dengan 3 hari fluid record. Data post untuk pengetahuan dan sikap diukur setelah intervensi selesai, dan 2 minggu kemudian baru diukur volume konsumsi air minum. Data pre-post dianalisis dengan Wilcoxon sign test atau paired t-test. Perbedaan ketiga kelompok diuji dengan uji Kruskall wallis atau one-way ANOVA. Hasil: Peningkatan pengetahuan hanya terjadi pada kelompok A yaitu sebesar 1,13 (p<0,05). Untuk sikap dan perilaku terkait air minum tidak berbeda untuk ketiga kelompok dan tidak mengalami perubahan setelah intervensi (p>0,05). Kesimpulan: Pendidikan gizi dengan metode pembelajaran aktif dan pembiasaan dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan siswa namun belum dapat meningkatkan sikap dan perilaku siswa terkait konsumsi air.
Background: Water is a primary nutrient, constituent of intra and extracellular fluid. Contradictively, the fulfillment of water requirement are often overlooked. Low water intake cause negative impacts on both physical and mental. School is one of the appropiate environment for children so it is potential way to improve the behavior of children associated with the consumption of water. Objectives: to know the effect of health promotion in nutrition in school in increasing the knowledge, attitude and practice toward water consumption. Methods:This study was a quasi-experimental design with pre and post with control group design, which was implemented in 6 primary schools in Yogyakarta city. School selection was done by multistage random sampling. Every 2 schools received one of the following nutrition promotion; A) nutrition education and habituation (n=70), B) habituation (n=65) and C) control/notreatment (n=58). Nutrition education was delivered by the researcher for 3 weeks with 1x/minggu, whereas habituation was conducted for 2 weeks in the form of asking children to bring drinks from home and have a drink together before class and before go home. Before the intervention, knowledge and attitudes towards water consumption were assessed using a validated questionnaire while practice with 3 days fluid record. Post data of knowledge and attitudes were measured after the nutrition education completed, while water consumption was measured 2 weeks later. Pre-post data were analysed using Wilcoxon sign test or paired t-test. The differences among three groups were tested by Kruskall wallis test or one-way ANOVA. Results: The increase of knowledge was only in group A, namely 1.13 (p<0,05). Attitude and practice towards water consumption among three groups were similar and no change after intervention (p>0,05). Conclusion: The intervention using interactive learning can be used to increase the knowledge but not the attitude and practice towards water consumption.
Kata Kunci : promosi gizi, pengetahuan, sikap, perilaku, konsumsi air, sekolah dasar