Laporkan Masalah

PREDIKSI JARAK LUNCUR LONGSOR BERDASARKAN MEKANISME DAN PENYEBAB GERAKAN MASSA TANAH ATAU BATUAN

MUHAMMAD QARINUR, Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering melanda daerah perbukitan di daerah beriklimtropis seperti Indonesia. Penelitian mengenai evaluasi bahaya tanah longsor sangat diperlukan mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan baik korban jiwa maupun kerusakan pada daerah bencana dan sekitarnya. Metode empiris-statistik dapat digunakan untuk memprediksi jarak luncur longsoran dalam upaya menghindari bahaya kejadian tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak luncur longsor terhadap tinggi lereng, kemiringan lereng, dan volume longsoran yang ditinjau dari mekanisme dan penyebab terjadinya pergerakan massa tanah atau batuan. Data yang digunakan berjumlah 106 kejadian longsor di Indonesia yang terdiri dari 34 longsoran rotasi, 54 longsoran translasi, 8 aliran debris, dan 10 runtuhan batuan. Analisis diawali dengan mempelajari karakteristik data tersebut (explanatory data analysis), selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode empiris berupa pendekatan geomorfologi dan pendekatan geometri. Data kemudian diolah dengan metode regresi linear sederhana dan metode regresi linear berganda dengan menggunakan program R. Analisis data menghasilkan persamaan empiris umumhubungan antara jarak luncur (L) terhadap tinggi lereng (H), L = 1,047 H1,09. Hasil ini menunjukkan semakin tinggi ketinggian lereng, maka semakin jauh jarak luncur yang terjadi. Hubungan antara tinggi lereng dan jarak luncur terhadap jenis gerakan massa untuk longsoran rotasi adalah L = 1,346 + 1,788 , longsoran translasi adalah L = -3,88 + 1,578 H, aliran debris adalah L = 0,682 H1,29, dan runtuhan batuan adalah L = 2,223 H0,897. Hasil ini menunjukkan jarak luncur jenis gerakan massa aliran debris lebih besar dibanding dengan jenis gerakan massa longsoran rotasi, longsoran translasi dan runtuhan batuan. Hubungan antara tinggi lereng dan jarak luncur terhadap pemicu gerakan akibat pengaruh hujan adalah L = 1,267 H1,027, dan akibat gempa bumi adalah L = 0,574 H1,38. Hasil inimenunjukkan jarak luncur longsor akibat pengaruh gempa bumi lebih besar dibanding akibat pengaruh hujan. Hubungan antara jarak luncur terhadap volume longsoran (V) adalah V = 0,772 L2,108. Hasil ini menunjukkan semakin jauh jarak luncur yang terjadi dipengaruhi oleh semakin besarnya volume massa longsoran yang bergerak. Hubungan antara jarak luncur (L) terhadap tinggi (H) dan kemiringan lereng (θ) adalah L = 1,448 H1,062 tan θ-0,482. Hasil ini menunjukkan kemiringan lereng memberikan dampak yang signifikan terhadap nilai jarak luncur longsor.

Landslide often occurs in tropical hills area such as Indonesia. Research on landslide hazard evaluation is necessary to decrease the impact in affected and surrounding areas. Empirical-statistical methods can be used to predict landslide runout distance in an effort to avoid the danger of landslide occurrences. This study aims to determine the relationship between landslide runout distance against high, slope, and volume based on mechanisms and causes of soil or rock mass movement. Data mainly from 106 landslides in Indonesia has been analyzed to search for possible correlations and empirical relationships, there are 34 rotational slides, 54 translational slides, 8 debris flows, and 10 rockfalls. Analysis begins by studying the characteristics of the data (explanatory data analysis) and then analyzed by using empirical methods such as geomorphological assessement and geometrical approaches. Then the data is processed by simple linear regression and multiple linear regression method using the R software. The results obtained from the analysis of the general empirical equation form of the relationship between height (H) and runout distance (L) is L=1,047 H1,09. This results indicate the higher altitude slopes, the greater distance will happens. The results of the analysis relationship between height and runout distance for the type of mass movements for rotational is L=1,346+1,788 H, translational is L = -3,88 + 1,578 H, debris flow is L = 0,682 H1,29, and rockfall is L = 2,223 H0,897. This result shows debris flows landslide runout distance greater than rotational, translational and rockfall. The results of the analysis relationship between height and runout distance of the trigger due to the rain is L = 1,267 H1,027, and by an earthquake is L = 0,574 H1,38. This results show the effect of runout distance caused by an earthquake larger than the effect due to the rain. The relationship between the runout distance and volume (V) obtained empirical equation is V=0,772 L2,108. This results indicate the greater runout distance occurs is affected by the growing volume of mass movement. The results of the analysis relationship between height and slope (θ) to runout distance is L = 1,448 H1,062 tan θ-0,482. This results indicate slope have a significant impact on the value of landslide runout distance.

Kata Kunci : jarak luncur longsor, explanatory data analysis, metode empiris, analisis regresi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.