PENGGUNAAN FUNGSI PEDOTRANSFER UNTUK MEMPERKIRAKAN PERMEABILITAS DI SUB GRUP TYPIC PLINTUDULTS DAN TYPIC HAPLUDULTS SUMATERA SELATAN DAN RIAU
Puspita Harum Maharani, Prof. Dr. Ir. Bambang Hendro Sunarminto, S.U; Dr. Ir. Eko Hanudin, M.S
2014 | Tesis | S2 Ilmu TanahPenelitian ini bertujuan untuk menduga nilai permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh di Sumatera Selatan dan Riau dari tekstur tanah, porositas dan kedalaman tengah profil. Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh merupakan salah satu parameter sifat fisik tanah untuk memprediksi pergerakan air di dalam tanah dan zat terlarut yang berada dalam air tanah. Sebagian besar data permeabilitas tanah yang dianalisis di laboratorium dianggap tidak praktis, membutuhkan banyak waktu dan biaya. Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh berhubungan erat dengan kandungan fraksi clay,porositas dan kedalaman tengah horizon. Penelitian ini dilakukan menggunakan 78 set tanah dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan dan Pekanbaru Provinsi Riau pada Mei 2012 sampai juni 2013 dan dianalisis di laboratorium menggunakan alat permeameter. Hasil penelitian menunjukkan mendekati keberhasilan pada pendugaan nilai permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh dari data kandungan fraksi clay, porositas dan kedalaman tengah horizon. Hasil yang diperoleh dari hubungan linier berganda pada data dengan R2 = 0,675. Persamaan regresi linier berganda Log Ks = -7,245 + 0,077 clay + 0,084 porositas - 0,011 kedalaman tengah horizon. Pada persamaan regresi Log Ks di dapatkan clay merupakan fraksi penyusun tekstur tanah, porositas merupakan sifat fisika tanah yang menggambarkan struktur tanah dan kedalaman tengah pada tiap horizon tanah merupakan kedalaman horizon pada tiap lapisannya, dan permeabilitas tanah dinyatakan dalam satuan cm/jam. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kandungan clay memberikan hasil yang paling signifikan terhadap permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh dan faktor kandungan clay merupakan parameter yang paling efektif terhadap perhitungan permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh.
The experiment was conducted to predict saturated hydraulic conductivity at South Sumatera and Riau from soil particles distribution, porosity and horizon median depth. Saturated hydraulic conductivity is one of soil physics properties for predicting the water movement and dissolved in the water through the soil. Most of the saturated hydraulic conductivity which analysed on laboratory was impractical, and requires a lot of cost and time. Saturated hydraulic conductivity is related to clay content, porosity adn median depth horizon. In this study 78 set of soil samples were taken from South Sumatera and Riau from May 2012 until June 2013 using permeameter. The result showed approximately success in predicting saturated conductivity from clay content, porosity median depth soil horizon (R2 = 0,675): Log Ks = -7,245 + 0,077 clay + 0,084 porosity - 0,011 median depth horizon. Where in this equation clay are fraction from particle size distribution, porosity are total porosity from soil structure and median depth are the middle depth of each soil horizon, and Log Ksat, saturated hydraulic conductivity expressed in cm/h. The result of regression analysis showed that clay content play more significant role with respect to Log Ks, saturated hydraulic conductivity and has been named as the effective parameter in Log Ksat calculation.
Kata Kunci : Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh, kandungan fraksi clay, porositas dan kedalaman tengah profil