Laporkan Masalah

tes

SAHUR SAERUDIN, Dr. Inyo Yoz Fernandez

2014 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini mengkaji relasi kekerabatan bahasa-bahasa subkelompok Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahasa-bahasa di kepulauan Wakatobi dituturkan di empat gugus kepulauan besar yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Kajian ini dirumuskan melalui sudut pandang sinkronis dan diakronis. Kajian sinkronis meliputi deskripsi sistem fonologi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Sementara itu kajian diakronis meliputi perhitungan tingkat kekerabatan isolek Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, penelusuran evidensi pemisah dan penyatu kelompok bahasa-bahasa pada subkelompok Wakatobi melalui teknik rekonstruksi baik itu rekonstruksi deduktif maupun induktif, serta penelusuran refleks fonem-fonem PAN dan refleks etimon PAN pada bahasa-bahasa subkelompok Wakatobi. Hasil kajian diakronis dengan teknik leksikostatistik menunjukkan tingkat kekerabatan Wn-Kd, 70,16%; Wn-Tm, 66,84%; Wn-Bn, 67,19%; Kd-Tm 89,06%; Kd-Bn 81%, dan Tm-Bn 84,57%. Berdasarkan persentase tersebut, dapat dikatakan bahwa subkelompok bahasa di kepulauan Wakatobi terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok Wn dan kelompok Kd-Tm-Bn. Kelompok Wn merupakan bahasa tersendiri sedangkan kelompok Kd-Tm-Bn merupakan dialekdialek dari satu bahasa. Hasil kajian kuantitatif selanjutnya dikonsfirmasi melalui kajian kualitatif. Berdasarkan hasil kajian kualitatif ditemukan evidensi fonologis dan leksikal pemisah dan penyatu kolompok Wn terhadap PKTB. Evidensi fonologis misalnya fonem PWKTB *u, *o, *w, dan *p mengalami retensi pada Wn dan berinovasi menjadi /o/, /a/, /h/, dan /h/ pada PKTB. Selanjutnya fonem PWKTB *i, *k, dan * mengalami retensi pada PKTB dan berinovasi menjadi /e/, /p/, dan // pada Wn. Selain itu, secara leksikal evidensi pemisah dan penyatu Wn dan PKTB tampak pada persamaan dan perbedaan leksikon pada kedua bahasa tersebut. Dengan adanya evidensi pemisah dan penyatu tersebut, semakin memperkuat evidensi pengelompokan bahasa-bahasa di Wakatobi. Selanjutnya, evidensi pengelompokan bahasa-bahasa di Wakatobi ditelusuri dengan melihat refleks fonem-fonem PAN terhadap bahasa Wn dan PKTB. Fonem PAN *i, *u, *a, *p, *t, *k, *b, *d, *g, *m, *n, *s, *h, *l dan *ŋ mengalami retensi pada bahasa Wn dan PKTB. Adapun fonem PAN *i, *u, *e, *p, *t, *k, *q, *b, *j, *n, *ñ, *s, *h, *R, dan *w mengalami inovasi pada bahasa Wn dan PKTB. Adanya evidensi fonem PAN terhadap bahasa Wn dan PKTB semakin memperkuat evidensi pengelompokan bahasa-bahasa di Wakatobi.

This study examines the genetic relation of Wakatobi subgroup languages in Southeast Sulawesi. The languages are spoken in the Wakatobi archipelago in four large cluster of islands that are Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia, and Binongko. This study is formulated through synchronic and diachronic viewpoint. Synchronic study includes a description of the phonological system of Wangi- Wangi, Kaledupa, Tomia, and Binongko. Meanwhile diachronic study includes calculation of the level of kinship isolects of Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia, and Binongko, investigation on the evidence of separation and unifying of language group in the subgroup of Wakatobi through reconstruction techniques either deductive or inductive reconstruction, as well as investigation on reflex of PAN phonemes and reflex of PAN etymon in the Wakatobi subgroup languages. Diachronic study results with lexicostatistic technique shows the level of kinship Wn-Kd, 70.16%; Wn-Tm, 66.84%; Wn-Bn, 67.19%; Kd-Tm 89.06%; Kd- Bn 81%, and 84.57% Tm-Bn. Based on these percentages, it can be said that the language in the Wakatobi archipelago subgroup consists of two groups: group of Wn and Kd-Tm-Bn. Group of Wn is a separated language group while the Kd- Tm-Bn are dialects of one language. The quantitative study is further confirmed through a qualitative study. Based on the results of a qualitative study found the evidence of phonological and lexical that shows dividing and unifying of Wn group against PKTB. The evidence of phonological form is such as phonemes of PWKTB * u, * o, * w, and * p experiencing retention in Wn and innovating to be / o /, / a /, / h /, and / h / in PKTB. Furthermore, PWKTB phonemes * i, * k, and * experiencing retention in PKTB and innovating to be / e /, / p /, and /  / in Wn. Moreover, the evidence of separation and unity between Wn and PKTB lexically can be seen in similarities and differences in the two languages lexicon. Given the evidence of the separation and unity, it convinces the evidences of grouping languages in Wakatobi. Furthermore, the evidence of grouping languages in Wakatobi is investigated by looking at reflex of PAN phonemes to Wn and PKTB. PAN phonemes * i, * u, * a, * p, * t, * k, * b, * d, * g, * m, * n, * s, * h, * l and * ŋ experience retention in Wn and PKTB. The PAN phonemes * i, * u, * e, * p, * t, * k, * q, * b, * j, * n, * ñ, * s, * h, * R, and * w experiences innovation in Wn and PKTB. The evidences of PAN phonemes to Wn and PKTB further strengthens the evidence of grouping languages in Wakatobi.

Kata Kunci : kajian sinkronis, kajian diakronis, pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, dan teknik leksikostatistik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.