ARAHAN DESAIN RUANG KOTA PERSINGGAHAN (SHUKUBAMACHI) KOTA FUTAGAWA, PROPINSI AICHI, JEPANG
Radiaswari, ST, Dr. Ir. Laretna T. Adishakti, M.Arch.
2014 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanKota-kota shukubamachi ini tumbuh di sepanjang jalur jalan yang menghubungkan ibukota baru Edo (sekarang berganti nama menjadi Tokyo) dengan ibukota lama Kyoto. Pada Jaman Edo (1603-1868), terdapat 5 (lima) rute jalan penting, dengan 2 (dua) koridor utama yang menghubungkan kedua ibukota tersebut, yaitu Jalur Tokaido dan Jalur Nakasendo. Kota-kota shukubamachi di Jalur Tokaido berkembang menjadi lebih ramai oleh karena kenyamanan jalan dan ketersediaan fasilitas yang lebih baik dibanding Jalur Nakasendo. Kota Futagawa merupakan salah satu dari rangkaian kota shukubamachi di Jalur Tokaido ini. Namun demikian, perkembangan setelah jaman Edo berlangsung secara perlahan pada akhirnya stagnan. Stagnansi pertumbuhan kota ini menyebabkan ruang kota menjadi kosong dan tidak terawat. Sejak tahun 2002 Kota Futagawa mulai membenahi diri untuk menciptakan ruang hidup yang lebih baik dengan mempertahankan nuansa kota shukubamachi yang sesuai dengan perkembangan kota di masa depan. Penelitian ini berusaha menggali bentuk ruang kota Futagawa melalui 3 langkah penelusuran, yaitu dengan (1) mengidentifikasi bentuk fisik ruang kota Futagawa pada jaman pra-modern Edo dan jaman modern sekarang, kemudian (2) mencari perubahan yang terjadi pada ruang kota Futagawa, agar dapat (3) menentukan arahan desain ruang kota yang sesuai dengan perkembangan Kota Futagawa ke depan. Dengan menggunakan metode deduktif-rasionalistik penelitian mengenai ruang kota Futagawa ini dibagi menjadi 3 pokok bahasan, yaitu komponen ruang kota, konfigurasi ruang kota, dan fungsi ruang kota. Hasil penelitian berbentuk rekomendasi / arahan desain ruang kota Futagawa yang mendukung keberadaan kota lama di jalur Jalan Tokaido Lama.
Shukubamachi flourished during Edo period, between 2 existing capital city, The new capital of Edo (later renamed Tokyo) and The former capital of Kyoto. Shukubamachis are transit/post towns accomodating travelers between these two capital cities. Five major routes can be found, within 2 main corridors, The Tokaido route, and The Nakasendo route. Shukubamachis in Tokaido route growth more vibrant in result of the better road condition and existing accommodation provided. Futagawa-juku (now Futagawa-chou) in Tokaido route was one of these convenient transit town (shukubamachi). However, after Edo period, urban growth developed slowly, until it became stagnant. This stagnant growth had caused the insignificant change to urban space in shukubamachis. Contrast to the new growth, the old houses in the older part of Futagawa town (along The Old Tokaido Road) were mostly unoccupied and deserted. Since 2002 Futagawa town begin to improve themselves in order to create a better living space that nurture the existing shukubamachi character fit in the future development of the town. This research try to analyze the formation of uban space in Futagawa through 3 step: (1) identifying Futagawa urban space formation during Edo premodern period and today, (2) finding its urban space transformation, and (3) determining design guideline fit for Futagawa future urban development. Deductive-rasionalistic method is used to extract the main issue of Futagawa urban space into 3 major topic, urban components, urban configuration, and urban function. Research findings are used to determine design guideline of urban space in Futagawa town which will support the continuity of Futagawa old town along The Tokaido old route.
Kata Kunci : ruang kota, perubahan ruang kota, shukubamachi, Kota Futagawa