SPK PENENTUAN DEBITUR YANG MEMILIKI TUNGGAKAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE AHP-TOPSIS (STUDI KASUS: BPR IRIAN SENTOSA CABANG TIMIKA)
IMELDA O. PAKASI, Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu KomputerPenelitian ini dibuat didasarkan pada kebutuhan Kepala Seksi Kredit dalam menentukan prioritas penagihan tunggakan kredit yang ada di BPR Irian Sentosa Cabang Timika. Keputusan yang tepat terkait hal tersebut merupakan salah satu faktor penentu dalam menjaga tingkat kesehatan bank. Penentuan prioritas penagihan tunggakan kredit didasarkan melalui delapan variabel kriteria, dan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas penagihan tunggakan kredit dapat ditentukan melalui penggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dan metode Technique for Order Preference by Similirarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP digunakan untuk mencari bobot variabel kriteria, scoring data kolektibilitas, jenis tunggakan dan jenis kredit, sedangkan TOPSIS digunakan untuk mencari nilai akhir dan perangkingan. Prioritas penagihan yang dilakukan didasarkan pada tunggakan kredit yang paling mempengaruhi tingginya persentas NPL (Non Performing Loan) dan melalui nilai akhir dapat diketahui status tunggakan dari masing-masing debitur yaitu: risiko tertinggi, sangat berisiko, berisiko atau kurang berisiko. Semakin tinggi nilai akhir, maka semakin tinggi pula preferensi alternatif tersebut untuk dilakukan penagihan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan manfaat dari metode AHP dan TOPSIS sebagai model sistem pendukung keputusan yang dapat membantu kepala seksi kredit BPR Irian Sentosa Cabang Timika, dimana melalui data tunggakan kredit pada bulan Januari 2014 sebagai data inputan, dianggap sudah tepat dalam memberikan data prioritas penagihan tunggakan kredit.
This research was made based on the needs of the credit section head in determining priorities billing credit arrears on BPR Irian Sentosa Timika branch. Appropriate decisions related to it, is one of the determining factors in maintaining the health of banks. Prioritization of collecting credit arrears, based on eight criteria variable, and this research indicate that the priority of collection credit arrears can be determined through Analitycal Hierarchy Process (AHP) method and Technique for Order Preference by Similirarity to Ideal Solution (TOPSIS) method. AHP method is used to find the weight of criteria variables, scoring collectability, the type of arrears, and the type of credit, while TOPSIS is used to find the final score and the rank of each alternatives. Priority of collecting credit arrears based on credit arrears that highly affect the percentage value of NPL (Non Performing Loan), and from the final score, status of each debitor are known. Whether the status is highest risk, very risk, risk or less risk. Higher the score, higher the preference of the alternative. Result of this research indicate that the utility of AHP and TOPSIS method as a decision support system model that can help credit section head of BPR Irian Sentosa Timika branch, and based on arrears data at January 2014, indicate that those method are considered appropriate in giving priority collecting credit arrears.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, AHP, TOPSIS, tunggakan kredit