Laporkan Masalah

Menilai hubungan karakteristik industri dan budaya organisasi :: Studi pada industri Suratkabar, Majalah, Penyiaran Televisi dan Periklanan

RAHAYU, Dr. Harsono, MSc

2001 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini mereplikasi penelitian Chatman dan Jehn (1994) yang mengkaji hubungan karakteristik industri, dalam hal ini teknologi dan tingkat pertumbuhan, dan budaya organisasi. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa budaya organisasi dipengaruhi oleh karakteristik industri di mana perusahaan tersebut beroperasi. Dalam literatur-literatur terdahulu pernah diungkapkan bagaimana peran budaya organisasi cukup besar bagi perusahaan. Budaya organisasi diasumsikan merupakan elemen penting dalam strategik, Iebih dari segala sesuatu yang ada dalam organisasi untuk mempertahankan eksistensinya. Sebagaimana diungkapkan Barney, budaya organisasi dapat digunakan sebagai elemen strategik bagi organisasi jika memiliki karakteristik yang unik, Iangka dan sat atau tidak dapat ditiru oleh para pesaingnya. Hal ini mendorong para pengelola perusahaan untuk selatu memikirkan spesifikasi budaya organisasinya. Pemikiran ini didasarkan pada argumentasi bahwa karakteristik industri, di mana suatu perusahaan beroperasi, membatasi budaya organisasi dan cenderung membuatnya similar. Penelitian ini diarahkan untuk menitai hubungan karakteristik industri dengan budaya organisasi balk intra maupun antar industri. Empat belas perusahaan yang merepresentasikan industri media massa dan komunikasi dilibatkan dalam penelitian ini. Peneliti mengktasifikasikan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam kategorisasi teknologi versi Thompson. Kategorisasi tersebut (1) teknologi long linked diwakili oleh industri suratkabar dan majalah. (2) Teknologi mediating diwakili oleh industri televisi penyiaran dan (3) teknologi intensive diwakili oleh industri periklanan (biro iktan). Teknologi di sini diasumsikan mewakili bentuk-bentuk organisasi dan performance organisasi. Di samping itu pengklasifikasian industri pun menggunakan indikator tingkat pertumbuhan karena nilainya membatasi strategi bisnis. Peneliti mengkombinasikan teknologi dan tingkat pertumbuhan karena keduanya berhubungan dengan karakteristik budaya organisasi dan diperhitungkan memiliki implikasi pada similaritas budaya yang terbentuk. Untuk menilai budaya organisasi peneliti menggunakan instrumen OCP (Organizational Culture Profile) yang dikostruksi oleh O'Reilly (1991). Beberapa pengujian dilakukan untuk membuktikan hipotesis. Pengujian yang dimaksudkan (1) factor analysis untuk menguji reliabilitas dan validitas OCP. (2) ANOVA digunakan untuk mengidentifikasikan variasi budaya organisasi baik intra maupun antar industri. (3) General Linear Model Univariate untuk menjelaskan pengelompokan dimensi-dimensi budaya organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya similaritas budaya organisasi pada lingkup industri yang sama. Hasil tersebut mendukung penelitian sebelumnya. Beberapa kontibusi penelitian ini antara lain: (1) Teknologi dan tingkat pertumbuhan tidak bersama-sama membatasi karakteristik industri. (2) Budaya organisasi didefinisikan oleh tujuh dimensi yaitu inovasi, stabititas, orientasi pada detil, orientasi pada orang, hasil, easygoing dan orientasi pada tim. (3) Penelitian ini pun menemukan adanya variasi intensitas dianutnya dimensi-dimensi budaya organisasi balk pada perusahaan di dalam maupun antar industri.

This study replicated Chatman and Jehn research (1994) to investigate the relationship between industry characteristics: technology-growth, and organizational culture. This research developed the argument that organizational culture is strongly influenced by the characteristics of industry in which the company operates. During the past decade an extensive literature has been developed on the subject of corporate culture's role. Corporate culture was assumed as an important element of organizational strategic more than anything in order to survival. As Barney noted, the organizational culture can be used as an organizational strategic if it is unique, rare and difficult to imitated. That is why it is important for a firm to recognize it's cultural specifications because and industry characteristics determine similar culture of firm in its industry. These characteristics were urgent and have been realized by firms. This research examined this relationship by comparing the cultures of organizations within and across industries. Fourteenth firms represent industries in the mass media and communications sector participated in this study. Researcher classified the firms into industry using Thompson's technology categories. First, long-linked technology is represented by newspaper and magazine industry. Second, mediating technology is represented by television broadcasting industry and third, intensive technology is represented by advertising industry. Technology is related to organizational forms and performance. Besides that, classification of firm into industry using growth rate because it is a determinant of business strategy. Researcher combined technology and growth because both of them can be related to organizational culture and account for cultural similarities among same industry firms. To assess organizational culture, researcher used the Organizational Culture Profile (OCP) which be constructed by O'Reilly (1991). A number of tests have been conducted to assess hypothesis. Factor analysis has been conducted to assess the reliability and validity of OCP. ANOVA has been used to identify the variation of cultures of organization within and across industry. General Linear Model Univariate to explore the grouping of cultures dimension. The results offer some empirical support for similarities among the cultures of firm in the same industry and for a link between culture and industry characteristics, here conceptualized in terms of technology more than growth rates. This study makes a number of important contributions. (1) Technology-growth rate do not together determine the industry characteristics. There were some combinations. Examples: Mediating and intensive technology are not always related to mediating and high growth rate. (2) Organizational cultures are defined by seventh dimension of culture: innovation orientation, stability, detail, people, output, easygoingness, and team orientation. (3) This study found evidence for variance in the degree to which cultures emphasized each of the seven dimensions both across firm and across industries.

Kata Kunci : Budaya Perusahaan, Karakteristik Industri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.