Apartemen dan Shopping Mall di Semarang Pendekatan Integrasi Ruang dan Fungsi
ANASTASIA AFA VIANANDA, Ir. M. Santosa, M.S.
2014 | Skripsi | ARSITEKTURBerkembangnya kota Semarang sebagai kota tujuan investasi membawa dampak besar bagi pembangunan di kota ini. Banyaknya investor yang masuk tentunya meningkatkan jumlah tenaga kerja. Sebagian besar merupakan orang-orang yang tidak menetap lama di Semarang dikarenakan adanya sistem mutasi karyawan. Faktor inilah yang meningkatkan kebutuhan kota Semarang akan hunian sementara yang dekat dengan pusat kota. Di sisi lain, ketersediaan lahan di daerah yang dekat dengan pusat kota semakin terbatas dan harganya pun semakin tinggi. Pembangunan hunian secara horizontal tidak lagi menjadi solusi. Saat ini pembangunan apartemen sebagai hunian vertikal merupakan jawaban atas permasalahan tersebut. Karena harga tanah yang semakin mahal maka nilai guna lahan menjadi sangat penting. Integrasi antara apartemen dengan shopping mall dalam desain bangunan mixed-use dapat meningkatkan nilai guna lahan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat Semarang sebagai kota metropolitan. Integrasi antara bangunan mixed-use ini dengan lingkungan sekitarnya juga merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan kualitas hunian dan nilai investasi, termasuk integrasi dengan sarana transportasi umum. Perancangan apartemen dan shopping mall yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Semarang tidak cukup hanya dengan perhitungan kebutuhan secara kualitatif, tetapi juga kuantitatif. Penyediaan ruang-ruang terbuka menjadi wadah bagi kegiatan masyarakat kota Semarang yang dikenal senang berkumpul. Ruang terbuka publik ini juga memberikan kesan ramah dimana bangunan mixed-use ini tidak tertutup dan hanya berorientasi ke dalam, tetapi juga terbuka bagi publik. Sesuai dengan keramahan masyarakat kota Semarang yang menjadi ciri khas dan berbeda dengan masyarakat di kota-kota metropolitan lainnya di Indonesia. Pengalaman ruang menjadi faktor penting dalam perancangan shopping mall. Pembagian area shopping mall menjadi empat zona yang mewakili elemen-elemen penting kota Semarang merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengalaman ruang yang unik bagi pengunjung, pengalaman ruang yang benar-benar khas dan hanya dapat ditemukan di Semarang.
Berkembangnya kota Semarang sebagai kota tujuan investasi membawa dampak besar bagi pembangunan di kota ini. Banyaknya investor yang masuk tentunya meningkatkan jumlah tenaga kerja. Sebagian besar merupakan orang-orang yang tidak menetap lama di Semarang dikarenakan adanya sistem mutasi karyawan. Faktor inilah yang meningkatkan kebutuhan kota Semarang akan hunian sementara yang dekat dengan pusat kota. Di sisi lain, ketersediaan lahan di daerah yang dekat dengan pusat kota semakin terbatas dan harganya pun semakin tinggi. Pembangunan hunian secara horizontal tidak lagi menjadi solusi. Saat ini pembangunan apartemen sebagai hunian vertikal merupakan jawaban atas permasalahan tersebut. Karena harga tanah yang semakin mahal maka nilai guna lahan menjadi sangat penting. Integrasi antara apartemen dengan shopping mall dalam desain bangunan mixed-use dapat meningkatkan nilai guna lahan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat Semarang sebagai kota metropolitan. Integrasi antara bangunan mixed-use ini dengan lingkungan sekitarnya juga merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan kualitas hunian dan nilai investasi, termasuk integrasi dengan sarana transportasi umum. Perancangan apartemen dan shopping mall yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Semarang tidak cukup hanya dengan perhitungan kebutuhan secara kualitatif, tetapi juga kuantitatif. Penyediaan ruang-ruang terbuka menjadi wadah bagi kegiatan masyarakat kota Semarang yang dikenal senang berkumpul. Ruang terbuka publik ini juga memberikan kesan ramah dimana bangunan mixed-use ini tidak tertutup dan hanya berorientasi ke dalam, tetapi juga terbuka bagi publik. Sesuai dengan keramahan masyarakat kota Semarang yang menjadi ciri khas dan berbeda dengan masyarakat di kota-kota metropolitan lainnya di Indonesia. Pengalaman ruang menjadi faktor penting dalam perancangan shopping mall. Pembagian area shopping mall menjadi empat zona yang mewakili elemen-elemen penting kota Semarang merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengalaman ruang yang unik bagi pengunjung, pengalaman ruang yang benar-benar khas dan hanya dapat ditemukan di Semarang.
Kata Kunci : apartemen, shopping mall, mixed-use, integrasi, arsitektur, high-rise building