Analisis Pengaruh Diameter Lubang Kebocoran dan Debit Aliran terhadap Pressure Drop dan Debit Kebocoran pada Aliran di antara Pipa Berbentuk Persegi dengan Metode CFD
SEPTIAN JAMALUDIN ZAKKY, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA.
2014 | Skripsi | TEKNIK MESINDewasa ini, Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di negara-negara beriklim tropis seperti Indonesia. Dalam banyak kasus, kematian akibat DBD ditandai dengan kebocoran plasma pada pembuluh darah. Penelitian ini akan menyelidiki lebih lanjut tentang fenomena kebocoran pada pembuluh darah dengan memodelkan dengan kasus kebocoran pada aliran di antara pipa berbentuk persegi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental dan studi komputasional dengan menggunakan simulasi CFD FLUENT. Data hasil eksperimen dan simulasi kemudian dibandingkan. Setelah dinyatakan sesuai maka penelitian menggunakan acuan data komputasional. Nilai debit aliran yang diteliti adalah antara 2 L/m � 4 L/m sedangkan nilai diameter lubang kebocoran yang diteliti adalah antara 5 mm � 9 mm. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan debit aliran terhadap pressure drop adalah kuadratis dan hubungan debit aliran terhadap debit kebocoran adalah linier. Sedangkan hubungan diameter lubang kebocoran terhadap pressure drop adalah kuadratis dan hubungan diameter lubang kebocoran terhadap debit kebocoran adalah kuadratis. Pressure drop terbesar saat debit 4 L/m terjadi ketika diameter lubang 9 mm yaitu 14,51 Pa, sedangkan pressure drop terkecil terjadi ketika diameter lubang 5 mm yaitu 8,78 Pa. Debit kebocoran terbesar saat debit 4 L/m terjadi ketika diameter lubang 9 mm pada titik kebocoran 1 yaitu 1,10 L/m, sedangkan debit kebocoran terkecil terjadi ketika diameter lubang 5 mm pada titik kebocoran 3 yaitu 0,77 L/m
Today, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious health problem in tropical countries like Indonesia. In many cases, death due to dengue is characterized by plasma leakage in the blood vessels. This study will investigate more about the leakage phenomenon of blood vessels by modeling the leakage case of flow between square pipe. The research method used is experimental study and computational study using CFD FLUENT simulation. Data from experimental and computational results then compared. After being declared valid then research using data from computational study. Value of flow debit observed is between 2 L/m - 4 L/m, while the value of the leakage hole diameter observed is between 5 mm - 9 mm. From the research can be concluded that the relationship of flow debit to pressure drop is quadratic and the relationship of flow debit to leakage debit is linear. The relationship of leakage hole diameter to pressure drop is quadratic and the relationship of leakage hole diameter to leakage debit is quadratic. When flow debit is 4 L/m, largest pressure drop observed is 14,51 Pa, occurs when the leakage hole diameter is 9 mm, while the smallest pressure drop observed is 8,78 Pa, occurs when the leakage hole diameter is 5 mm. When flow debit is 4 L/m, largest leakage debit observed is 1,10 L/m, occurs when the leakage hole diameter is 9 mm at the leakage point 1, while the smallest leakage debit observed is 0,77 L/m, occurs when the leakage hole diameter is 5 mm at the leakage point 3.
Kata Kunci : pipa persegi, diameter lubang, debit, kebocoran, pressure drop, CFD