MODEL KOLABORATIF PENGKAJIAN RISIKO BENCANA BANJIR LAHAR SUNGAI TUGURARA KOTA TERNATE
MUHAMMAD RIZKI SATRI, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA.,.Ph.D.
2014 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANABanjir lahar di Sungai Tugurara merupakan bencana sekunder dari erupsi Gunung Api Gamalama yang terjadi pada 9 Mei 2012 berdampak parah terhadap tiga kelurahan yaitu Kelurahan Tubo, Kelurahan Akehuda, dan Kelurahan Dufadufa. Bencana ini berdampak terhadap adanya korban jiwa dan kerugian materil. Model pengkajian risiko bencana kolaboratif merupakan suatu gabungan dari model eksisting (Perka BNPB No 2 Tahun 2012) dan community based yang dilibatkan dalam pengkajian risiko. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan model pengkajian risiko bencana kolaboratif di Kota Ternate; mengoptimalkan model pengkajian risiko bencana kolaboratif sesuai dengan karateristik wilayah penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei di daerah penelitian, dan pelaksanaan FGD (Focused Group Discussion). Pemilihan sampel melalui purposive sampling dan Snowball sampling. Variabel yang digunakan yaitu kerentanan ekonomi, kerentanan fisik, kerentanan sosial, ancaman banjir lahar, dan kapasitas. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui indeks pada setiap variabel yang diteliti dan penjabaran secara mendalam melalui data yang diperoleh dari indepth interview. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Sungai Tugurara dapat diterapkan model kolaboratif,. Berdasarkan hasil analisis peneliti, tingkat kerentanan secara total Kelurahan Akehuda RT 1 mempunyai tingkat kerentanan paling tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik, dan kerentanan lingkungan. Tingkat kapasitas di Sungai Tugurara seluruh kelurahan berada di kelas rendah, hal ini terjadi karena nilai dalam parameter kapasitas mempunyai nilai yang rendah. Risiko banjir lahar di sungai Tugurara dipengaruhi oleh tingkat ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Risiko banjir lahar paling tinggi berada di wilayah Kelurahan Tubo RT 1, Kelurahan Akehuda RT 1 dan RT 11. Penerapan metode FGD (Focused Group Discussion) sebagai upaya penerapan model kolaboratif sekaligus upaya peneliti dalam mengoptimalkan model kolaboratif sesuai dengan karakteristik wilayah penelitian. Disimpulkan bahwa di Sungai Tugurara tingkat risiko terhadap bencananya tinggi dan kapasitasnya masih rendah, sehingga pentingnya peningkatan sumber daya manusia dan penguatan kapasitas dari pemerintah daerah serta adanya organisasi kebencanaan yang mampu meningkatkan kapasitas bertahan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Lava floods Tugurara river is the secondary hazard from Gamalama mount eruption happened in Mei 2012 has an impact to 3 villages: Tubo villages, Akehuda Villages, and Dufa-dufa villages. Many people was affected by natural disaster . collaborative model of lava flood risk assessment is a combine methods of existing (BNPB Regulation number 2 2012) and community based that involved in risk assessment. The aim of this research is to implement collaborative model of risk assessment in Ternate City; optimizing collaborative model of risk assessment suitable with the caractheristic of the research area. This research using survey methods and conducting focused group discussion. Sampling methods conducted through purposive sampling and snowball sampling. Variables used in this research are; economical vulnerability, physical vulnerability, social vulnerability, lava flood hazard and capacity. Analysis data using descriptive statistical on each variable and deep analysis through data acquired from indepth interview. The result of this research show that collaborative model of risk assessment can be implemented Tugurara River. Based on writer analysis, level of total vulnerability in Akehuda village RT 1 has the highest vulnerability. The high vulnerability is affected by social, economical, physical, and environmental vulnerability. Capacity level Tugurara River is on the low level capacity. The low level capacity is caused by the low level capacity value. Lava flood risk Tugurara River is affected by hazards , vulnerability and capacity. The highest lava flood risk is in the tubo village RT 1, Akehuda RT 1 and RT 11. Implementation of FGD methods is the efforts of collaborative model approach, also a writer efforts to optimization the collaborative model fit with the characteristic of the research area. The conclusion of this research, lava flood risk along the Tugurara River is high and the capacity is on low level, so it is very important to increase the human resources capacity and strengthening local government capacity, and disaster organization that could increase the preparedness and capacity of people to face disaster.
Kata Kunci : model kolaboratif, risiko, lahar