KETERGANTUNGAN BEBERAPA KULTIVAR JAGUNG TERHADAP BENEFICIAL SOIL FUNGI
ARUNG DESAH, Dr. Ir. Jaka Widada, M.P.
2014 | Tesis | S2 BioteknologiPertumbuhan dan hasil panen tanaman sangat dipengaruhi oleh hubungan simbiotiknya dengan beneficial soil fungi, termasuk di dalamnya mikoriza arbuskular. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap derajat peningkatan pertumbuhan adalah genetis tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan berbagai kultivar tanaman jagung terhadap beneficial soil fungi, dan korelasinya dengan dimensi fraktal akar, keragaan fisiologi, dan keragaman fungi endofitik, serta keragaman mikoriza arbuskular (MA). Pada penelitian ini digunakan enam kultivar jagung yaitu Unyil Super, Unyil Kuning, Bima, Srikandi, Lamuru, Bisma. Pengukuran tingkat ketergantungan tanaman terhadap beneficial soil fungi (BSFD) dilakukan dengan dengan mengurangkan berat kering tanaman pada tanah non fumigasi dengan berat kering tanaman pada tanah yang difumigasi dibagi dengan berat kering tanaman pada tanah non fumigasi. Karakter yang diamati meliputi: (1) berat kering tanaman, (2) infeksi akar (3) dimensi fraktal akar, (4) keragaan fisologi dengan metode dan (5) keragaman fungi endofitik dengan metode ARISA menggunakan primer ITS1-ITS2 dan keragaman MA dengan metode T-RFLP dengan primer AML1-AML2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat BSFD enam kultivar jagung termasuk pada kategori sedang (11-29%) dengan urutan dari rendah ke tinggi adalah Unyil Super, Unyil Kuning, Bima, Srikandi, Lamuru, Bisma. Tingkat BFD secara nyata menunjukkan korelasi positif terhadap infeksi, dimensi fraktal akar dan laju fotosintesis. Keragaman fungi endofitik dan MA mengelompok sesuai dengan tingkat BSFD. Genera mikoriza arbuskular yang terdeteksi pada akar jagung adalah Acaulospora sp, Glomus sp., Gigaspora sp., dan Scutellospora sp. Pada kultivar-kultivar jagung dengan BSFD lebih tinggi didominasi oleh Glomus sp. sedangkan Gigaspora sp. mendominasi pada kultivarkultivar jagung dengan BSFD yang lebih rendah. Kata kunci :
Growth and harvest result of plants are closely affected by symbiotic relationship of the plant itself and its beneficial soil fungi, which include arbuscular mycorrhiza (AM). One of many determining factors for growth improvement level is genetic traits of the host plant. This research is proposed to observe degrees of dependency of some cultivars of maize to its beneficial soil fungi, and its correlation to root fractal dimension, physiological performance, and diversity of endophytic fungi including AM. Six maize cultivars that used in this research are ‘Unyil Super’, ‘Unyil Kuning’, ‘Bima’, ‘Srikandi’, ‘Lamuru’, and ‘Bisma’. Dependency level of plant to beneficial soil fungi (BSFD) is calculated using subtraction of dry weight of plant with non-fumigated soil with the one which soil has fumigated and divide by the dry weight of plant with non-fumigated soil. Observed characteristics in this research are: (1) Plant dry weight, (2) Root fungal infection using tryphan blue, (3) Root fractal dimension, (4) Physiological performance with Licor’s instrument, and (5) Endophytic fungi diversity with ARISA method using primer ITS1-ITS2 and AM diversity with T-RFLP method using primer AML1-AML2. Results shown BSFD level of six cultivars are categorized as medium (11-29%) with low to high gradient are ‘Unyil Super’, ‘Unyil Kuning’, ‘Bima’, ‘Srikandi’, ‘Lamuru’, and ‘‘Bisma’’. Level of BSFD is significantly showing positive correlations to infection, root fractal dimension, and photosynthesis rate. Diversity of endophytic fungi and AM are grouped following different BSFD level on each plant cultivars. Identified genera of arbuscular mychorrhiza are Acaulospora sp., Glomus sp., Gigaspora sp., and Scutellospora sp. In maize cultivars with high BSFD are indicating that Glomus sp. are dominant fungi, while in low BSFD Gigaspora sp. is the dominant one.
Kata Kunci : Ketergantungan terhadap beneficial fungi (BSFD), kultivar jagung, dimensi fractal, keragaman beneficial fungi