ENKAPSULASI DAN STUDI PELEPASAN KURKUMIN DARI BEADS KITOSAN-PEKTIN TERTAUT SILANG GLUTARALDEHIDA DENGAN ASAM LAURAT SEBAGAI SURFAKTAN
HARIYANTI HUTABARAT, Dwi Siswanta, Drs., M.Eng., Ph.D.; Agus Kuncaka, Dr., DEA
2014 | Skripsi | KIMIAKurkumin telah banyak dipublikasikan sebagai subjek penelitian untuk mempelajari sifatnya sebagai anti oksidan, anti inflamasi dan anti kanker, Walaupun kurkumin memiliki banyak sifat sebagai bahan obat, kurkumin tidak banyak digunakan karena memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Kurkumin memiliki keterbatasan seperti penyerapan yang rendah di lambung, bioavailabilitas yang rendah dan metabolisme yang cepat. Dalam penelitian ini kurkumin dimuat di dalam beads untuk mengatasi masalah farmakokinetik dan untuk memperoleh manfaat penuh sebagai obat. Beads dibuat menggunakan pektin, kitosan, asam laurat dan glutaraldehida. Pektin ditambahkan dengan tujuan menaikkan sifat hidrofilik dari beads dan glutaraldehida ditambahkan sebagai agen taut silang kitosan dengan tujuan agar beads stabil pada pH asam. Pengaruh pH, konsentrasi kurkumin, asam laurat, dan pelarut terhadap pelepasan kurkumin dari dalam beads diamati menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Morfologi permukaan beads diamati dengan menggunakan SEM. Kemudian, spektra FTIR dari beads diamati untuk melihat interaksi antar polimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asam laurat dapat meningkatkan enkapsulasi kurkumin di dalam beads. Dari penelitian juga diketahui bahwa konsentrasi kurkumin, asam laurat, pelarut, dan pH mempengaruhi laju pelepasan kurkumin dari dalam beads. Kinetika pelepasan kurkumin dari beads kitosan-pektin tertaut silang glutaraldehida mengikuti model Korsmeyer-Peppas dan nilai n <0,43 yang berarti mekanisme pelepasan kurkumin dari dalam beads terjadi secara difusi.
Curcumin has been the subject of hundreds of published papers over the past three decades, studying its antioxidant, anti-inflammatory, and anti cancer properties. Although curcumin has a lot of potential as drugs, it is not widely used because of its poor aqueous solubility. Curcumin has limitations like low gastrointestinal absorption, poor bioavailability and rapid metabolism. In this study curcumin is loaded into beads to overcome the pharmacokinetic problems and to obtain the full benefits as drug. Beads were prepared by using chitosan, pectin, lauric acid and glutaraldehyde. Pectin was added to increase hydrophilic properties of beads. Glutaraldehyde was added to the beads to make cross-linked chitosan so beads are stable at acidic pH. Effect of pH, curcumin concentration, lauric acid, and solvent to release of curcumin from the beads was studied using UV-Vis spectrophotometer. Surface morphology of the prepared beads was studied using SEM and FT-IR spectrum was also taken to study the interaction between polymers. Result from this study indicated that the use of fatty acids can increase encapsulation of curcumin in the beads. The concentration of curcumin, lauric acid, solvent, and pH affect the release rate of curcumin from the beads. Kinetics of curcumin release from the beads followed Korsmeyer-Peppas model with n value <0,43. It means the release mechanism of curcumin from the beads is diffusion.
Kata Kunci : Kitosan, Pektin, Asam Laurat, Kurkumin, Beads, Kontrol Pelepasan