Laporkan Masalah

PERBEDAAN UKURAN TINGGI FASIAL ANTERIOR DAN POSTERIOR ANTARA ANAK TUNANETRA DAN ANAK AWAS (Kajian Sefalometri pada Anak Usia 7-11 Tahun di SLB-A Yaketunis, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Dear Patrisia Sinaga, Dr. drg. Indah Titien Soeprihati, SU., Sp.KGA(K).

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi Klinik

Tunanetra mengalami gangguan petumbuhan dan perkembangan pada regio orbita yang kurang berkembang karena penglihatan yang tidak berfungsi dengan baik. Penyakit atau kelainan pada penglihatan ini mempengaruhi ukuran cavum orbita. Selain itu, tunanetra mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan fasial karena postur kepala dan leher yang abnormal. Postur kepala tunanetra lebih ke depan bawah dibandingkan orang awas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ukuran tinggi fasial anterior dan posterior antara anak tunanetra dan anak awas usia usia 7-11 tahun. Penelitian ini merupakan studi komparatif dengan rancangan penelitian cross sectional pada 11 anak tunanetra usia 7-11 tahun yang bersekolah di SLB-A Yaketunis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilakukan pengukuran linier tinggi fasial anterior atas (N-ANS), tinggi fasial anterior bawah (ANS-Me), tinggi fasial anterior total (N-Me), dan tinggi fasial posterior (S-Go). Ukuran variabel-variabel tersebut dibandingkan dengan ukuran anak awas. Rerata masing-masing variabel antara kedua kelompok dibandingkan menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan ukuran ANS-Me yang signifikan (p<0,05) antara anak tunanetra dengan anak awas usia 7-11 tahun. Pada ukuran N-Me, ukuran N-ANS, dan S-Go tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ukuran tinggi fasial anterior bawah pada anak tunanetra usia 7-11 tahun lebih panjang dibandingkan anak awas dan tidak terdapat perbedaan ukuran tinggi fasial anterior total, tinggi fasial anterior atas, dan tinggi fasial posterior pada anak tunanetra usia 7-11 tahun dengan anak awas.

The blind have defective growth and development of orbital region because the vision is not functioning properly. Diseases or disorders of vision affect the size of the orbital cavity. In addition, the blind experience irregularities in facial growth and development due to the abnormal head and neck posture. Head posture of the blind is tilting more forward-downward compared to sighted people. This study is aimed to determine the differences of size of the anterior and posterior facial height between blind children and sighted children aged 7-11 years. This research is a comparative study with a cross-sectional research design in 11 blind children aged 7-11 years who attended the SLB-A Yaketunis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Linear measurements of total anterior facial height (N-Me), the upper anterior facial height (N-ANS), lower anterior facial height (ANS-Me), and posterior facial height (S-Go) are done. The size of these variables are compared to the size of sighted children. The mean of each variable between the two groups were compared using unpaired t-test. The results showed that there were significant differences in the size of the ANS-Me (p <0.05) between blind children and sighted children aged 7-11 years. On the size of the N-Me, N-ANS size, and S-Go does not show a significant differences (p> 0.05). Based on these results we can conclude that the size of the lower anterior facial height on blind children aged 7-11 years is longer than sighted children and there are no differences in the size of the total anterior facial height, upper anterior facial height and posterior facial height between blind children and sighted children aged 7- 11 years.

Kata Kunci : ukuran tinggi fasial anterior, ukuran tinggi fasial posterior, anak tunanetra, sefalometri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.