Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA TERMINAL MULTIPURPOSE NILAM TIMUR TANJUNG PERAK DARI ASPEK PRODUKSI PETIKEMAS

HARIS ZONAKIS TIMOR, Prof. Dr. Ir. Nur Yuwono, Dip.HE.

2014 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Pengembangan terminal petikemas dibutuhkan karena adanya perubahan dalam kawasan, penanganan muatan, teknologi kapal, dan perubahan kuantitas permintaan. Kinerja terminal petikemas adalah indikator yang dibutuhkan untuk menilai kelancaran operasional terminal petikemas dalam melayani kegiatan transportasi barang dan pengembangannya kedepan. Analisa kinerja operasional terminal petikemas akan berdampak pada upaya peningkatan pelayanan saat ini dan masa mendatang. Untuk itu diperlukan sebuah studi untuk mempelajari kinerja operasional pelabuhan/terminal petikemas terutama di Terminal Multipurose Nilam Timur (TMNT) sebagai objek penelitian. Kinerja terminal petikemas sebagai sebuah sistem dengan banyak variabel yang mempengaruhinya, dapat dianalisa dengan metode forecasting dan teori persamaan yang berlaku serta dengan penerapan model skenario. Metode forecasting digunakan untuk mengetahui kondisi TMNT untuk jangka pendek (2020), jangka menengah (2030), dan jangka panjang (2040). Hasil analisa data selama kegiatan penelitian dari data sekunder yang didapatkan dari PT. Pelindo III cabang Tanjung Perak tahun 2013, diperoleh kinerja TMNT antara lain BOR (kinerja dermaga) 51% dan YOR (kinerja lapangan penumpukan) 31%. Hasil analisa menunjukkan pada tahun 2040, kebutuhan panjang dermaga TMNT sekitar 1.254 meter dengan 9 tambatan dari kondisi eksisting sepanjang 320 meter dengan 2 tambatan. Panjang demaga Nilam timur yang belum di revitalisasi adalah 540 meter. Pembangunan infrastrukur dermaga hanya dimungkinkan sepanjang 860 meter dengan 6 tambatan. Sedangkan kebutuhan luas CY sekitar 5 hektar dari kondisi eksisting 3,8 hektar. Nilai BOR dan YOR proyeksi mencapai161% dan 145%. Hal ini berarti tahun TMNT dengan kondisi eksiting sudah tidak dapat digunakan lagi pada tahun 2040. Penerapan model skenario C dengan menambah panjang dermaga menjadi 860 meter dengan 6 tambatan, menambah kapasitas dermaga menjadi 600.000 TEUs, dan menghilangkan not operating time mampu menurunkan nilai BOR menjadi 41% dan YOR menjadi 69%. Pelayanan optimal terminal petikemas dengan 3 CC, 5 RTG dan 12 HT di TMNT selanjutnya dengan menerapkan model skenario C sebagai alat bantu akan memperoleh kinerja terminal petikemas lebih baik, terutama saat menghadapai lonjakan volume petikemas yang keluar masuk di TMNT.

Development of a container terminal is needed due to a change in the region, cargo handling, ship technology, and changes in quantity demand. Performance indicators of container terminal container is needed to assess the streamlined of container terminals' operational process in serving the transportation of goods and development activities in the future.The analysis of performance indicator in container terminal will have an impact on improving the current services and future. Therefore, there should be a study to measure the performance indicator in ports or container terminals, especially in the Multipurpose Terminal East Nilam (TMNT) as an object of research. Performance of container terminal as a system with many variables influence, can be analyzed with the forecasting method and related theory of applicable equations as well as the application of the model scenarios. Forecasting methods are used to determineTMNT for short-term conditions (2020), medium term (2030), and long-term (2040). The results of the data analysis for the research activities of the secondary data obtained from PT. IPC III branch of Tanjung Perak in 2013, obtained the performance TMNT including BOR (performance dock) 51% and Yor (yard performance) 31%. The analysis shows in 2040, needs a quay length of about TMNT 1,254 meters by nine moorings from existing conditions along the 320 meters with two moorings. The length of East Nilam pier that is not in the revitalization is 540 meters. The development of infrastructure is only possible along the pier 860 meters with six moorings. While the CY area needs about 5 acres from existing condition, which is around 3.8 acres. BOR value and Yor projection reach up to 161% and 145%. This evidence means that the TMNT with existing conditions cannot be used again in 2040. The application of C scenario model by adding 860 meters of quay length with six moorings, will add capacity of the dock up to600,000 TEUs, and elimination of not operating time is capable to lowering the value of the BOR become 41% and Yor become 69%.

Kata Kunci : Kinerja terminal petikemas, indicator pelayan, BOR, YOR, metode forecasting, model skenario


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.