PERILAKU SISTEM STRUKTUR BANGUNAN BANGSAL TRAJUMAS KERATON YOGYAKARTA KETIKA TERKENA GEMPABUMI
Samsudin, ST., Dr. Ir. Arya Ronald.
2014 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturGempa bumi merupakan fenomena alam yang terjadi setiap periode tertentu dan sering terjadi di Pulau Jawa. Kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi bergantung pada besar kecilnya getaran yang sampai ke permukaan bumi dalam bentuk aliran gelombang.Peristiwa gempa pada tahun 2006 di Yogyakarta mengakibatkan salah satu joglo roboh, yaitu Joglo Bangsal Trajumas yang berada di dalam lingkungan Keraton Yogyakarta, Besarnya angka kerusakan bangunan yang terjadi pada bentuk bangunan tradisional menjadi dasar timbulnya permasalahan utama penelitian yaitu apakah bangunan joglo rentan terhadap gaya gempa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memanfaatkan model sebagai obyek amatan dan penggunaan alat penghasil geetaran. Oleh karena itu pembuatan model menjadi titik penting dalam pelaksanaannya. Disamping pemodelan bangunan yang akan diuji, titik penting lainnya adalah pembuatan alat penghasil getaran. Getaran yang dihasilkan , sudah pasti tidak akan sama dengan getaran yang ditimbulkan oleh gempabumi secara alamiah, oleh karena itu pembuatan alat , sedapat mungkin mendekati pembebanan gempa alamiah. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di laboratorium. Hasil ujicoba model memperlihatkan bahwa bangunan bentuk joglo mempunyai keandalan di dalam menahan gaya lateral yang muncul akibat gempabumi. Dengan mengadakan perlakuan khusus pada titik sambungan antar komponen konstruksi pada bangunan joglo, akan dapat menambah kekuatan sistem struktur bangunan joglo dalam menahan gaya lateral gempabumi.
An earthquake is a natural phenomenon that’s occurs every certain period and often in occurs java. The damage coused by an earthquake depends on the size of the vibrations that reach the earthâ€s surface in the form of wafw flow. The earthquake in Yogyakarta in 2006 resulted in one of the joglo collapsed, the joglo bangsal Trajumas located within the Yogyakarta Palace. The amount of building damage numbers that occur in traditional building form the basis for the emergence of a major research issue is whether joglo vulnerable to earthquake forces. This study uses experimentsl method to utilize the model as an object of observation and the use of vibration producing tools. Therefore, the modeling becomes an important point in is execution. Im addition to modeling the building to be tested , the other important point is the manufacture of vibration –producing tools.Vibration generated , it is definitely not the same as the vibration caused by earthquake naturally, therefore making tools, whereverpossible approaching natural earthquake loading. Implementation of this research was conductedin the laboratory. The result of the trials show that the building has the shape joglo reliability in the resist lateral forces arising from the earthquake. By holding a special traetment at the point of connection between the components of building construction on joglo, will able to increase the strength of the structural system joglo resist lateral force of the earthquake.
Kata Kunci : sistem struktur dan konstruksi, joglo