FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN MOTIVASI LAYANAN PUBLIK SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA LAYANAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) (Studi Empiris di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta)
ARISON NAINGGOLAN, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc., CMA
2014 | Tesis | S2 Ilmu AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan kinerja dengan menguji faktor-faktor anteseden komitmen organisasional dan motivasi layanan publik serta pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja pegawai negeri sipil di Indonesia. Faktor-faktor anteseden komitmen organisasional dan motivasi layanan publik yang dimaksud adalah demografi (umur, jenis kelamin dan pendidikan), gaji, jaminan kesehatan dan dana pensiun, hubungan kerja dengan atasan, tuntutan akuntabilitas dan pengembangan karir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pegawai negeri sipil yang ada di lingkup pemerintahan daerah istimewa jogjakarta sebagai responden. SEM-PLS digunakan sebagai alat analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi layanan publik dan komitmen organisasional memengaruhi signifikan terhadap kinerja namun motivasi layanan publik tidak memengaruhi komitmen organisasional. Selain itu, faktor-faktor anteseden seperti tuntutan akuntabilitas ditemukan memengaruhi signifikan terhadap motivasi layanan publik namun tidak signifikan terhadap komitmen organisasional. Selain itu, hubungan kerja dengan atasan ditemukan memengaruhi signifikan terhadap komitmen organisasional dan motivasi layanan publik. Sementara itu, pengembangan karir, pendidikan, jaminan kesehatan dan dana pensiun ditemukan tidak memengaruhi signifikan terhadap komitmen organisasional dan motivasi layanan publik. Berbeda halnya dengan umur ditemukan memengaruhi signifikan terhadap motivasi layanan publik namun tidak signifikan terhadap komitmen organisasional. Laki-laki ditemukan memiliki komitmen organisasional yang lebih tinggi daripada perempuan. Gaji ditemukan memengaruhi signifikan terhadap komitmen organisasional namun sebaliknya terhadap motivasi layanan publik ditemukan tidak memengaruhi signifikan
This study aims to develop a performance management model by examine the antecedents of organizational commitment, public service motivation and its effect on service performance improvement of civil servants in Indonesia. The antecedents include: demographic (age, sex and education), salary, health insurance and pension fund, working relationship with superior, demand for accountability, career development opportunity This study uses quantitative methods, which respondents are civil servant in the local government of DI Yogyakarta involving one province, four districts, and one city. Structural Equation Modeling is used as an analytical tool. The data were collected through questionnaire survey. The analysis shows that public service motivation and organizational commitment have significant effect on the performance, yet public service motivation does not have a significant effect on organizational commitment. Moreover, the antecedents such as demands for accountability are found to have a significant effect on public service motivation, but no significant effect on organizational commitment. In addition, the working relationship with the superiors is found to have a significant effect on organizational commitment and public service motivation. Meanwhile, career development, education, health insurance and pension funds have no significant effect on organizational commitment and public service motivation. On the other hand, age is found to have a significant effect on public service motivation, but no significant effect on organizational commitment. Men are found to have higher organizational commitment than women. Salary is found to have a significant effect on organizational commitment, however no significant effect on the public service motivation.
Kata Kunci : Komitmen Organisasional, Motivasi Layanan Publik, Kinerja