Laporkan Masalah

Pemahaman Baru Pembajakan Digital dalam Budaya Mengopi (Praktik dan Implikasi Budaya Mengopi Video di Warnet di Yogyakarta)

IRHAM NUR ANSHARI, Dr.Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si.

2014 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Dalam beberapa tahun terakhir, mengopi video telah menjadi praktek sehari-hari pada beberapa warung internet (warnet) di Yogyakarta. Praktek tersebut berkembang sehingga menjadi budaya yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan praktek budaya mengopi video tersebut, memahami implikasi budaya tersebut pada distribusi dan konsumsi video, serta menawarkan pemahaman baru mengenai pembajakan digital dalam konteks media global kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan etnografi baru, informan dalam penelitian ini adalah para pelaku budaya mengopi video di warnet. Pencarian data juga dilakukan dengan melakukan observasi dan pendokumentasian data di warnet sebagai situs berlangsungnya budaya tersebut. Temuan data dalam penelitian ini dianalisis dengan kombinasi teori-teori pembajakan, baik perspektif produk media sebagai komoditas (teori dari Lawrence Lessig, 2004, 2008 dan Joe Karaganis, 2011) maupun perspektif produk media sebagai produk kultural (teori dari Joost Smiers, 2009; Laikwan Pang, 2006; dan Jinying Li, 2012). Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa pembajakan digital tumbuh seiring perubahan praktek-praktek kultural mengonsumsi media, perkembangan teknologi media, dan rekomodifikasi dalam industri distribusi media. Di satu sisi pembajakan digital berimplikasi pada terbentuknya relasi kuasa media global baru yang tetap memiliki pusat-pusat. Di sisi lain sifat produk media yang cair memungkinkan tumbuhnya pusat media yang lebih terseleksi dan ternegosiasi sehingga makin beragamnya konsumsi produk media global.

Since a few years back, copying video has become a common practice at several cybercafes in Yogyakarta. The practice grows in such a way so it became a culture that deserved to be studied. The present research aims at documenting the video copying culture in Yogyakarta, understanding the implication of that culture on video distribution and consumption, and re-understanding the digital-piracy in the contemporary global media context.Using a new ethnographic approach, data were collected through interviewing the informant consisting of some identified video-copying actors. The data were also collected by observing the involved cybercafes and their documented information. The obtained data were then analyzed using the combination of piracy theories from two perspectives: media product as commodity perspective (the theories by Lawrence Lessig, 2004, 2008 and Joe Karaganis, 2011) and media product as cultural product perspective (the theories by Joost Smiers, 2009; Laikwan Pang, 2006; and Jinying Li, 2012). The present research concludes that digital piracy grows together with the change of media consuming practice, media technology development, and media distribution industry. At one side, media flow has shaped a new power relation map of global media producer. At another side, the flexibility of digital media opens the possibility for more selectable and negotiable media centre so that the consumption of global media product is more diverse.

Kata Kunci : pembajakan digital, budaya mengopi, video, warnet, Yogyakarta pembajakan digital, budaya mengopi, video, warnet, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.