Laporkan Masalah

PERAN ABDI DALEM PADA PENGELOLAAN WISATA BUDAYA DI KAWASAN KRATON YOGYAKARTA

Retno Dewi Widowati,ST, Prof. Ir. Nindyo Soewarno, M.Phil., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Mag.Arsitektur Pariwisata

Kawasan Kraton Yogyakarta merupakan kawasan bersejarah dan budaya warisan kerajaan Mataram Islam. Seiring dengan perubahan jaman, Kraton Yogyakarta telah mengalami perubahan peran dan fungsi; dari pusat kekuasaan politik Jawa menjadi pusat pelestarian dan pengembangan budaya Jawa. Abdi Dalem Kraton Yogyakarta, sebagai bagian tak terpisahkan dari Kraton Yogyakarta, ikut mengalami metamorfosa fungsi dan peran; dari pegawai kerajaan menjadi abdi kebudayaan (guardian of culture) yaitu pengabdian dalam pelestarian Budaya Jawa Kraton Yogyakarta yang memiliki nilai-nilai budaya yang adiluhung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaiman pengelolaan wisata budaya di Kawasan Kraton Yogyakarta, peran Abdi Dalem pada pengelolaan dan apa faktor yang berpengaruh pada peran Abdi Dalem dalam mengelola wisata budaya di Kawasan Kraton Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan fokus pembahasan pada Abdi Dalem Kraton Yogyakarta dangan analisis data menggunakan analisis induktif. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sistem pengelolaan wisata budaya Kraton Yogyakarta belum optimal dan belum dilakukan secara profesional. Dari analisis fungsional, operasional dan spasial, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat/pangkat Abdi Dalem semakin tinggi pula peran secara fungsional, managerial dan spasialnya pada pengelolaan objek wisata tetapi semakin rendah peran secara operasionalnya. Sebaliknya semakin rendah tingkat/pangkat Abdi Dalem maka semakin tinggi peran Abdi Dalem secara operasional dan semakin rendah peran secara fungsional, managerial dan spasialnya.

Kraton Yogyakarta is considered to be a cultural and historical district, inheritage from the era of Islamic Mataram Kingdom. Through the centuries, Kraton Yogyakarta has experienced the transformation of role and function; from the souverign of Java political power, to be a center for Javanese cultural conservation. Abdi Dalem, the royal appartus of Kraton Yogyakarta, one of the essential element of the royal court, has endured the transformation itself, from the royal service of Sultanat Kingdom, to be the guardian of culture, who dedicate the life for Javanese Culture conservation and development, especially in the scope of rich culture of Yogyakarta royal court. The research aims to summarise the management of cultural tourism in Kraton Yogyakarta; determine the role of Abdi Dalem in the management system; identify and measure factors which affect the role of Abdi Dalem in managing the cultural tourism in Kraton Yogyakarta. The research is conducted on qualitative method which focus on the existance of Abdi Dalem of Kraton Yogyakarta, where inductive analysis is developed for data analysis. The analysis and study found the management system on cultural tourism in Kraton Yogyakarta under the optimal level and the need to develope management into profesional capacity. The function, operational and spatial analysis show the higher Abdi Dalem rank takes the higher role in function, managerial and spatial scope of tourism object management, and lower operational function. On the contrary, the lower Abdi Dalem rank in hierarchy, takes the higher role in operational term, and lower role in function, managerial and spatial scope.

Kata Kunci : Wisata Budaya Kraton Yogyakarta, Abdi Dalem, Pengelolaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.