Analisis efisiensi Badan Usaha Milik Negara sebelum dan sesudah penawaran umum perdana di Bursa Efek Jakarta
WIDODO, Agus, Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA
2001 | Tesis | S2 AkuntansiAnalisis Efisiensi Badan Usaha Milik Negara Sebelum dan Sesudah Penawaran Umum Perdana Di Bursa Efek Jakarta Gagasan privatisasi perusahaan milik negara (BUMN) muncul akibat adanya pengelolaan operasi yang tidak efisien dan tidak profesional. Privatisasi bertujuan membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasinya. Peningkatan efisiensi ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, dan untuk meningkatkan keuntungan. Privatisasi dilakukan dengan cara menjual saham BUMN di pasar modal melalui Penawaran saham perdana (IPO), baik di bursa lokal maupun di bursa internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan IPO tingkat efisiensi BUMN dapat ditingkatkan. Dimensi waktu penelitian menggunakan tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah IPO. Sampel penelitian adalah BUMN yang terdaftar di BEJ. Pemilihan sampel dilakukan secara convinience, artinya sampel dipilih berdasarkan lcriteria yang penulis tentukan terlebih dahulu, yang menurut penulis dapat dipergunakan untuk mendukung penelitian ini. Efisiensi dalam penelitian ini diproksikan dengan rasio keuangan. Metode statistik yang dipergunakan untuk analisis data merupakan metode non parametrik yaitu Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon. Dipilihnya metode non parametrik karena data laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEJ menunjukkan tingkat distribusi yang tidak normal. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat efisiensi BUMN yang terdaftar di BEJ sebelum dan sesudah IPO. Berdasarkan analisis statistik, hanya ratio Total Assets Turn Over and Total Debts to Equity yang berbeda secara signifikan pada periode sebelum dan sesudah IPO. Sedangkan rasio lairmya menunjukkan basil yang tidak berbeda secara signifikan.
Such an idea of privatization state-owned enterprises (SOEs) came up for roaring accusations againts their unprofessional management as well as inefficient operations. The goal of privatization was to assist companies improve their operating efficiency. To increase operating efficiency was aimed to encourage companies to sharper business competition and get more income. Privatization by selling shares on the capital markets has been started through Initial Public Offering (1P0) on both domestic and international capital markets. Research was aimed to understand whether initial public offering would be able to increase companies efficiency especially SOEs. Time period of the research was three years before and three years after initial public offering. Samples of this study were SOEs listed on BEJ (Jakarta Stock Exchange). The study samples was done in a purposive sampling. It means that to support this research, the samples was selected according to criterion previously established by author. Efficiency of the research was measured with a financial ratio. Statistic method used to perform data analysis was the non-parametric one of Wilcoxon's Test. It was chosen due to financial statement data of companies listed on BEJ showed an abnormal rate. Hypothesis proposed was about measurement of knowing a significant difference among efficiency rates of companies listed in BEJ before and after initial public offering. Based on statistic analysis the significant difference resulted in only ratio of Total Assets Turn Over and Total Debts to Equity before and after initial public offering. Whereas, another ratio was not different significantly.
Kata Kunci : Efisiensi, Badan Usaha Milik Negara, Penawaran Umum Perdana, Efficiency, State Owned Enterprises, Initial Public Offering