Laporkan Masalah

PENGELOLAAN GREYWATER WILAYAH PANTAI BARU PANDANSIMO KABUPATEN BANTUL UNTUK MENCIPTAKAN KAWASAN ZERO WASTE

AGUNG EKA SAPUTRA, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T., I.A.I.

2014 | Tesis | S2 Magister Teknik Sistem

Pantai yang sedang mengalami perkembangan saat ini di kabupaten Bantul adalah Pantai Baru Pandansimo. Kawasan ini merupakan kawasan yang telah dicanangkan oleh bupati Bantul sebagai kawasan zero waste. Perkembangan wilayah wisata Pantai Baru Pandansimo akan menghasilkan beberapa dampak. Hal yang dapat muncul adalah pencemaran lingkungan akibat aktivitas jual beli di warung sekitar pantai Baru Pandansimo, setiap warung menghasilkan limbah cucian (greywater) yang selama ini hanya diresapkan kedalam tanah atau pekarangan warung karena tidak memiliki akses terhadap bangunan pengolahan. Tujuan utama penelitian ini adalah merencanakan alternatif sistem pengelolaan untuk greywater yang sesuai dengan daerah pantai Baru Pandansimo sehingga tercipta wilayah zero waste yang berkelanjutan. Hasil analisis penelitian didapat bahwa alternatif unit pengelolaan greywater yang sesuai dan dapat digunakan di kawasan Pantai Baru Pandansimo adalah subsurface constructed wetland karena mudah dipahami masyarakat serta perawatannya yang mudah. Penerapan unit pengolahan yang telah direncanakan dapat mengurangi beban BOD sebesar 41% tergantung dari luasan unit yang akan digunakan dan mengurangi greywater yang terbuang ke lingkungan 60%-80% limbah. Dari perhitungan yang didapat, dimensi unit Wetland yang digunakan dengan debit rata-rata dalam satu minggu 276,25 liter/hari adalah 1 x 0,5 x 0,8 m3 dengan waktu tinggal (td) 0,5 hari. Wetland yang digunakan dapat digunakan sebagai taman disekitar wisata kuliner Pantai Baru Pandansimo dan dapat mendorong masyarakat agar lebih sadar tentang konsep zero waste.

The beach which is experiencing the current developments in the districts of Bantul is Pantai Baru Pandansimo. This area is an area that has been declared by the Bantul regent as zero waste zone. The development of Pantai Baru Pandansimo will give some impact. Thing that can arises is the environmental pollution from trading activity at restaurants around Pantai Baru Pandansimo. Every restaurant produce washing waste (greywater) had only absorbed into the ground or yard restaurants because do not have access to treatment plant. The main objective of this research is plan alternative system management for greywater that corresponding to Pantai Baru Pandansimo area so can creating sustainable zero waste zone. The results of the analysis obtained that alternative management unit greywater that appropriate and can be used at Pantai Baru Pandansimo is subsurface constructed wetland because easy to understand society and easy maintenance. Application of processing units that had been planned to reduce the BOD load in the amount of 41% depending on the extent of the unit to be used and reduce greywater is discharged into the environment 60% -80% of waste. From calculations obtained, wetland unit dimensions used by the average discharge within one week of 276.25 liters / day is 1 x 0.5 x 0.8 m3 with detention time (td) 0,5 day. Wetland that is used can be used as a park around the culinary of Pantai Baru Pandansimo and can encourage people to be more aware of the concept of zero waste.

Kata Kunci : Greywater, Subsurface Constructed Wetland, Zero Waste, Pantai Baru Pandansimo, BOD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.